Showing posts with label olah raga sub. Show all posts
Showing posts with label olah raga sub. Show all posts

Kisah Unik Sukarnah, Gadis Ciamis Peraih Medali Asian Games 1958 Yang Berubah Menjadi Laki-Laki

Dulu ia dipanggil sebagai Sukarnah. Nama gadis Ciamis ini pernah pernah sangat terkenal pada tahun 1958, ketika menjadi satu-satunya atlet (puteri) tanah air yang menerima medali pada perhelatan Asian Games di Tokyo. Kepulangannya ke tanah air pada saat itu dielu-elukan bak kehadiran pahlawaan dari medan perang.

Kenangnya seperti ditulis di laman Kick Andy, "Pada saat menerima tim atlet Indonesia, Bung Karno menepuk pundak saya dan mengatakan saya sudah berjasa bagi bangsa dan Negara." Pujian dari kepala Negara itu sudah cukup berarti bagi Sukarnah. "Saya bangga sekali waktu itu. Saya tidak mikir untuk mendapatkan penghargaan macam-macam. Saya membela Indonesia dengan semangat nasionalisme," dia menegaskan.

Bagaimana kisah Sukarnah yang sekarang berubah nama menjadi Iwan Setiawan? Sebuah tulisan pada laman blog Kampungku yang dipublikasi oleh Kang Uyun, seorang blogger dari rancah Ciamis, mungkin akan mengingatkan kembali perjalanan hidup yang unik tapi nyata ini.

Nama Sukarnah kembali populer saat Menpora Adhyaksa Dault membagikan 44 rumah seharga Rp100 juta kepada atlet dan mantan atlet berprestasi. Mengapa Sukarnah berubah menjadi laki-laki dan berganti nama Iwan Setiawan?

DUA foto Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, tergantung di atas pintu sebuah rumah di Dusun Noong, Desa Sukahurip, Kecamata Cisaga, Kabupaten Ciamis.

Meski foto itu agak lusuh dimakan usia, ketampanan wajah Soekarno yang konon selalu memikat wanita itu seolah menjadi satu-satunya pemandangan menarik di rumah yang dindingnya sebagian batu bata dan anyaman bambu tersebut.

Beberapa bagian dinding rumah yang terbuat dari batu bata retak di sana-sini. Pun demikian bagian dinding yang terbuat dari anyaman bambu, banyak berlubang. Tidak ada barang berharga di rumah tersebut. Ada televisi hitam putih keluaran 1980-an, namun sudah tidak bisa lagi digunakan untuk menyaksikan sinetron yang kini kian marak.

Deretan kandang ayam dari bambu yang berada di sebelah timur rumah tampak reot. Kandang kira-kira mampu menampung 50-an ekor ayam. Namun, hanya satu yang betina hitam yang tersisa di salah satu sudutnya. Merebaknya flu burung membuat sang pemilik menjual ayam-ayamnya.

Adalah Iwan Setiawan (67) yang menghuni rumah tersebut. Di bangunan yang memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dan dapur tersebut, dia menghabiskan sisa hidupnya ditemani istri tercinta, Tuti Pudji Astuti, beserta putra dan menantunya.

Seperti halnya Soekarno yang selalu tampak gagah dalam bingkai foto di rumahnya, Iwan tidak pernah mengeluh dengan kehidupannya yang serba kekurangan. Padahal, dia adalah salah satu atlet terbaik yang dimiliki Indonesia.

Pada tahun 1958 dia berhasil meraih medali perunggu Asian Games III di Tokyo dari nomor lempar lembing dengan lemparan sejauh 45,3 meter. "Prestasi itu saya rebut ketika masih menjadi wanita dan bernama Sukarnah. Secara ajaib saya berubah menjadi laki-laki pada akhir 1980," kenang Iwan.

Karnah, demikian nama lahir Iwan, merupakan sulung dari tujuh bersaudara pasangan Sukarta dengan Mury. Dia dilahirkan 1 Februari 1940 di daerah Rancah yang berdekatan dengan tempat tinggalnya saat ini.

Karnah beruntung karena orang tuanya petani yang cukup berada. Ketika usianya sembilan tahun, dia bersekolah di Sekolah Rakyat (SR) Pagambiran di Cisaga. Karnah menjadi ”orang langka” karena bisa melanjutkan ke SGB (Sekolah Guru B) II Ciamis. Saat itu sangat sedikit gadis kampung yang bisa melanjutkan sekolah setelah SR.

"Saya termasuk gadis yang enerjik. Saya bisa hampir semua cabang olahraga, mulai bola keranjang, kasti, sampai pancalomba (atletik)," kisah Iwan.

Tidak sebatas hobi, dia pun mampu menjadi juara di kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada tahun 1956 di Garut. Sukses itu membuatnya masuk skuad Jabar dalam PON IV 1957 di Makassar.

Letnan Evo, pejabat Pengda PASI Jabar kala itu, menarik Karnah untuk masuk pemusatan latihan daerah. Dia pun sukses memborong gelar di nomor pancalomba yang mencakup lari 100 meter, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, dan lempar cakram di PON IV.

Karnah jadi terkenal di Bandung. Ketika lulus tahun 1958, seorang pengusaha batik asal Bandung bernama Sukarna Saputra mengangkat Karnah sebagai anak asuh. Karnah kemudian diboyong ke Bandung untuk melanjutkan sekolah di SGPD (Sekolah Guru Pendidikan jasmani). Nama Karnah diganti mirip bapak asuhnya, Sukarnah.

Pergantian nama itu menandai babak baru kehidupannya. Setelah menjadi juara PON, Sukarnah diorbitkan ke ajang internasional. Dia mulai tergabung dalam program pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta.

Johans Edward Willem (JEW) Gosal, pelari pria 100 m, adalah salah satu rekan pelatnas Sukarnah. Gosal saat ini masih aktif sebagai pengurus KONI Pusat. "Saya dulu berlatih di Lapangan Banteng, menginap di rumah Letkol Irwadi yang berada di depannya. Kini rumah tersebut menjadi Hotel Borobudur," papar Iwan.

Bergabung pelatnas, kemampuan Sukarnah makin terasah. Dia berhasil membukukan rekor nasional lempar lembing baru sejauh 37,6 m. Atau, lebih baik dari rekor sebelumnya atas nama Ny. Saleh Harusman yang membukukan lemparan 31 m.

Sukarnah pun lolos seleksi untuk masuk tim Asian Games 1958. Dari sekitar 100 atlet yang dikirim, hanya dua dari cabang atletik. Sukarnah dan Kopral Marijo yang tampil di nomor lari 100 meter pria. Marijo hanya mampu menduduki peringkat kelima, sementara Sukarnah berhasil merebut medali perunggu.

"Saya mendapat sambutan luar biasa ketika kembali ke tanah air. Disambut Pak Karno beserta menteri dan para tokoh seperti Pak Soebandrio dan Pak Nasution. Pak Karno menginstruksikan pada gubernur Jawa Barat untuk memberi saya rumah," kenang Iwan.

Perunggu Asian Games IV ternyata menjadi puncak karir Sukarnah. Setelah itu dia sering sakit rematik. Dia lebih memfokuskan energinya untuk menyelesaikan sekolahnya di SGPD. Pada 1962 dia melanjutkan sekolahnya di Fakultas Sosial IKIP Bandung. Dia pun menikah dengan seorang pria Bandung bernama Karya Natasasmita.

Di IKIP, dia terpilih sebagai ketua bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Dewan Mahasiswa (Dema). Sikapnya yang mengidolakan Soekarno mendorongnya menjadi orator yang cukup ulung. Karena itu, dia diposisikan sebagai Humas.

Saking cintanya pada Soekarno, Surkanah bergabung dalam barisan pendukung Soekarno. Aktivitas inilah yang kemudian membuat kehidupan Surkanah penuh nestapa.

Ketika Soekarno jatuh yang diikuti penumpasan terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) pasca G30 S/PKI, Surkanah ikut kena getahnya. Dia menjadi korban perubahan besar politik dan disebut-sebut antek PKI. "Semua penghargaan dan sertifikat saya ikut terbakar ketika rumah bapak saya di Bandung dibakar orang tahun 1966. Tak banyak yang saya bisa selamatkan," tutur Iwan.

Hanya beberapa barang yang selamat. Antara lain lembing yang dipakainya di Tokyo, Jepang, pada 1958 dan dua foto Soekarno yang saat ini menempel di dinding rumahnya.

Sukarnah juga sempat dipenjara di Kebonwaru, Bandung, tahun 1965. Di sana ia memutuskan bercerai dengan Karya Natasasmita. "Saya tidak ingin dia terlibat. Dulu, yang berkuasa adalah telunjuk. Orang mudah menyebar fitnah sebagai anggota PKI. Karena itu, saya memilih cerai," kisahnya.

Pada 1966 Surkanah kembali menghirup udara bebas. Dia menjalani hidup secara normal. Selain sempat menjadi guru di SMA Negeri 3 Bandung, ia sempat bekerja sebagai salah satu pengajar di Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Bandung.

Namun, gerakan Malari kembali menyeretnya ke balik terali besi. Ketika meletus peristiwa Malari 1974, dia kembali ditangkap. "Kami, pengikut Soekarno, banyak yang ikut protes. Saya pun akhirnya kembali dijebloskan ke tahanan sampai tahun 1978," lanjutnya.

Selepas dari penjara, Sukarnah kembali menikah dengan pria asal Rengasdengklok, Ganda Atmadja. Namun, perkawinan itu hanya bertahan selama dua tahun. Kala Sukarnah berubah menjadi pria tahun 1980, Ganda pun menceraikan Iwan.

"Peristiwa itu terjadi saat saya berziarah ke makam Bung Karno di Blitar pada 1979. Bersama rekan saya, Fatimah, saya bermalam di sana. Nah saya mimpi bertemu Bung Karno. Dia memberikan saya uang lima rupiah untuk beli obat," paparnya.

Dalam mimpinya, ia akan ke apotek. Tapi, dia malah kesasar ke sebuah gunung. Di sana, ia kembali bertemu Soekarno. "Soekarno bersama seorang wanita yang katanya adalah calon istri saya sekarang ini," tambahnya.

Setelah mimpi itu, Sukarnah mengaku mengalami perubahan pada fisiknya. Lambat laun, kedua payudaranya mengempis. Begitu juga dengan alat vitalnya, berubah bentuk seperti yang dimiliki laki-laki. "Ayah saya sempat nangis. Soalnya, sejak kecil saya adalah seorang wanita dengan nama Karnah," tandasnya. Sejak saat itulah Sukarnah berubah nama menjadi Iwan Setiawan. Nama itu dia ambil dari salah satu guru favoritnya di SGPD.

Pada 1980, Iwan bertemu dengan Tuti Pudji Astuti, wanita yang ditemuinya saat bermimpi di makam Bung Karno. Wanita itu meminta izin bermalam di rumah Iwan. Setelah beberapa hari menginap, Tuti memberikan secarik kertas kepada Iwan yang berisi penyataan cintanya.

Menurut Tuti, dirinya bermimpi yang sama dengan Iwan. Ia bertemu Soekarno. "Bahkan, kakak saya juga bermimpi kalau saya akan menikah dengan bekas wanita," tukas Tuti yang berusia sepuluh tahun lebih muda.

Setahun setelah pertemuan, Iwan dan Tuti menikah. Pasangan itu dikarunai seorang anak bernama Ebiet Hilman setelah enam tahun menikah. Setahun lalu, Ebiet Hilman menikah dengan Sri Esti.

Perjalanan Iwan memang sulit diterima logika. Namun, apa pun dia adalah salah satu atlet nasional yang terlupakan. Sudah sepantasnya dia mendapat penghormatan seperti rekan-rekannya yang sebagian besar kini mantap sebagai pejabat organisasi olahraga maupun pemerintahan.

"Beliau (Iwan, Red) adalah korban politik. Kita tetap harus menghormatinya sebagai salah satu peletak dasar olahraga tanah air," kata Adhyaksa Dault ketika memberikan rumah pada Iwan dalam bentuk uang tunai. (*)
sumber


 <<= Novel " Hilangnya Cinta Sejati " Oleh Danial Bab I

Sejarah Piala Eropa

Sejarah piala Eropa (euro) sebenarnya bermula dari ide Sekretaris Federasi Sepakbola Prancis (FFF) Henri Delaunay pada akhir dekade 1920-an. Kala itu, Delaunay melihat melihat ada kepincangan di antara dua kutub itu, di mana negara Amerika Latin terlalu kuat bagi Eropa. Uruguay meraih medali emas di Olimpiade 1924 dan 1928. Bahkan, Uruguay ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia I tahun 1930 sebagai penghormatan atas prestasinya.

Ide Delauney sebenarnya cukup sederhana. Delauney ingin memperbanyak frekuensi pertandingan antar negara-negara Eropa dengan menggelar kejuaraan antarnegara. Sayang, ide Delauney tidak digubris oleh UEFA (Persatuan sepak bolanya Eropa). UEFA malah menggelar kejuaraan antarklub Eropa yang kelak dikenal sebagai Piala Champions, Piala UEFA dan Piala Winners mulai 1954.
Hal inilah yang membuat Delauney kecewa, hingga jatuh sakit dan meninggal dunia pada November 1955. Meninggalnya salah satu sesepuh sepak bola Eropa ini sangat mengejutkan jajaran pengurus UEFA. Dalam kongres UEFA 1957, ide lawas Delauney itu akhirnya disetujui. Kongres juga memutuskan Prancis sebagai tuan rumah Piala Eropa yang pertama tahun 1960 sebagai bentuk penghormatan kepada Delauney. Pada ajang ini, Uni Soviet (kini Rusia) yang menjadi juara setelah mengandaskan Yugoslavia dengan skor 2-1 melalui perpanjangan waktu.

Sejak saat itu, setiap 4 tahun sekali UEFA menggelar perhelatan 'Piala Dunia Mini' ini. Perkembangan dari perhelatan akbar itu pun terus terjadi. Misalnya jumlah peserta Piala Eropa kedua yang berlangsung di Spanyol, 1964, membengkak dari 17 negara menjadi 29 negara. Pembengkakan ini antara lain ditandai masuknya Inggris dan Italia dalam kancah perhelatan akbar se-Eropa ini. Namun format putaran final sama seperti yang pertama, yaitu 4 tim yang lolos ke putaran final. Kali ini di final tuan rumah Spanyol menumbangkan juara bertahan Uni Soviet dengan skor 2-1.

Karena jumlah peserta semakin bertambah, maka format pertandingan pun diubah. Setiap peserta harus menjadi juara dan runner up grup terlebih dahulu untuk lolos ke putaran final. Format inilah yang menjadi format baku yang dianut setiap perhelatan piala Eropa.


<<- Profil Yoda Indonesian Idol

Fhoto Masa Kecil Pemain Bola

ALBERTO GILARDINHO

ALLESSANDRO DEL PIERO

ALESSANDRO NESTA


ANDREA PIRLO

BASTIAN SCHWEINSTEIGER

CESC FABREGAS

CHRISTIAN VIERI

CHRISTOPH METZELDER

CHRISTIANO RONALDO (CR7)

DAVID BECKHAM

DECO SOUZA

DIRK KUYT

FABIO CANNAVARO

FERNANDO MORIENTES

FERNANDO TORRES

SIMONE INZAGHI & FILIPPO INZAGHI

FRANK LAMPARD

FRANCESCO TOTTI

HERNAN CRESPO

JOSE ANTONIO REYES

JOSE MOURINHO

LIONEL ANDRES MESSI

LUIS FIGO

MICHAEL BALLACK

MICHAEL OWEN

MIROSLAV KLOSE

NUNO GOMES

PAOLO MALDINI

PETR CECH

RAFAEL VAN DER VAART

RAUL GONZALEZ

RICARDO KAKA

ROBIN VAN PERSIE

RONALDINHO

RONALDO LUIZ NAZARIO DE LIMA

ROQUE SANTA CRUZ

RUUD VAN NISTELROOY

RYAN GIGGS

SERGIO KUN AGUERO

STEVEN GERRARD

THIERRY HENRY

WAYNE ROONEY

WESLEY SNEIJDER

ZINEDINE YAZID ZIDANE

Jadwal Persib di Liga Super Indonesia 2011/2012

Klasemen Sementara ISL 2011/2012 Klik Disini.

Putaran I
03/12/2011 Persib vs Persiram............3 - 2
07/12/2011 Persib vs Sriwijaya FC.......1 - 0
12/12/2011 Deltras vs Persib...............0 - 0
17/12/2011 Persidafon vs Persib..........2 - 2
05/01/2012 Persib vs PSAP
09/01/2012 Persib vs PSMS
14/01/2012 Mitra Kukar vs Persib
17/01/2012 Persisam vs Persib
24/01/2012 Persib vs PSPS
29/01/2012 Persib vs Persija
05/02/2012 Pelita Jaya vs Persib
15/02/2012 Persiwa vs Persib
19/02/2012 Persipura vs Persib
11/03/2012 Persib vs Persela
15/03/2012 Persib vs Arema
19/03/2012 Gresik United vs Persib
24/03/2012 Persiba vs Persib

Putaran II
10/04/2012 Persib vs Gresik United
14/04/2012 Persib vs Persiba
29/04/2012 Persela vs Persib
03/05/2012 Arema vs Persib
07/05/2012 Persib vs Persiwa
11/05/2012 Persib vs Persipura
28/05/2012 Persib vs Pelita Jaya
10/06/2012 Persija vs Persib
14/06/2012 PSPS vs Persib
22/06/2012 Persib vs Mitra Kukar
26/06/2012 Persib vs Persisam
02/07/2012 PSMS vs Persib
07/07/2012 PSAP vs Persib
14/07/2012 Persib vs Deltras
18/07/2012 Persib vs Persidafon
25/07/2012 Persiram vs Persib
29/07/2012 Sriwijaya FC vs Persib


<<= Cara Ngeflash Ipad/Epad Uberoid

Ikan Asin Penyebab Kanker Nasofaring =>>

Peraturan Pertandingan Bela Diri Tarung Drajat

Sebagai olah raga prestasi, tarung derajat juga dipertandingkan di event resmi, seperti pada Kejuaraan Nasional "Piala Presiden" yang disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, SEA GAMES 2011, Dll. Melengkapi pembahasan gerak dan jurus, pada edisi ini akan diperkenalkan sebagian aturan pertandingan tarung derajat.

Pertandingan tarung derajat, diatur dalam 28 pasal "Peraturan Pertandingan", "Petunjuk Teknik Tarung", dan "Petunjuk Seni Gerak".

Peraturan Pertandingan mengatur:

- Perlindungan Petarung (Pasal 1), yang terdiri dari alat pelindung bagian tangan (hands box), pelindung gigi (gumseal), dan pelindung selangkangan (testicural protector). Arena pertarungan, peralatan petarung, peralatan kejuaraan diatur dalam pasal 2, 3 dan 4.

- Penimbangan berat badan dan pemeriksaan kesehatan (Pasal 5), yang antara lain pernyataan sehat untuk bertarung oleh dokter. Dalam pasal ini juga diatur pembagian kelas perorangan, beregu dan pemula. Undian dan bye (pasal 6), Urutan acara pertarungan (pasal 7), Ronde (pasal 8) . Dalam pertemuan teknik, diatur tes kesehatan, penimbangan berat badan, undian dan nomor urut tarung. Terakhir adalah penjelasan teknik tentang aturan-aturan yang harus disepakati bersama.

- Pembantu petarung atau ofisial diatur dalam pasal 9, yang merinci petunjuk apa yang boleh dan apa yang dilarang dilakukan ofisial. Wasit, juri, hakim, petugas, pengawas dan petugas pencatat waktu pertandingan diatur dalam pasal 10, 11, 12, 13, 14, 15 yang di dalamnya termasuk mengatur netralitas, tugas, kekuasaan, peringatan dan pelanggaran, teguran, dll. Sementara protes diatur dalam pasal 16. Kelengkapan pertandingan lain, seperti Medis diatur dalam pasal 17.

- Pasal 18 mengatur soal keputusan-keputusan serta kondisi-kondisinya, antara lain menang angka (MA), menang karena lawan mengundurkan diri (UD), menang karena wasit menghentikan pertarungan (MHT), menang karena diskualifikasi (MD), menang karena roboh (MR), dan tidak ada pertarungan (TT).

- Sistem penilaian (Pasal 19) mengatur pada tarung bebas putra, dan penilaiannya. Serangan dengan kaki (tendangan) ke arah kepala/muka mendapat nilai 3, tendangan ke arah badan (nilai 2), Tendangan yang mengakibatkan lawan goyah (4). Serangan dengan tangan (pukulan) ke arah kepala/muka mendapat nilai 2, Pukulan ke arah badan (nilai 1), Pukulan yang membuat lawan goyah/roboh (3).

Agresivitas dan sportivitas di dalam melakukan teknik-teknik menyerang dan bertahan dalam setiap ronde masuk dalam kriteria penilaian khusus dan mendapat nilai 1.

Pengurangan nilai/angka dapat diberikan ketika atlet melakukan pelanggaran yang sama ataupun berbeda secara berturut-turut dalam ronde berjalan (nilai -1), dan melakukan pelanggaran yang sangat membahayakan keselamatan diri lawan dalam ronde berjalan (-2). Sementara kemenangan langsung diberikan bilamana lawan tidak mampu lagi melanjutkan pertarungan.

- Pasal berikutnya (20) mengatur kondisi robohnya seorang petarung. Menjelang PON 2008, aturan ini diperketat antara lain pada saat roboh dan mendapat hitungan ketiga kali, wasit bisa langsung menghentikan pertarungan.

Teknik-teknik pertarungan

Dalam pertarungan, secara ketat atlet harus menunjukkan teknik-teknik yang baik agar kekhasan dan kualitas pertarungan tetap terjaga. Beberapa teknik yang diatur, yaitu pada teknik tangan semua pukulan yang dipelajari dalam tarung derajat boleh digunakan (kecuali pukulan lurus), di antaranya pukulan cepat, pukulan lingkar (atas, luar, dalam, bawah), kibas (atas, luar, dalam, bawah) dan sentak (atas dan bawah). Teknik tangan lain yang diperkenankan adalah teknik drop tangan.

Teknik kaki digunakan dalam dua fungsi, yaitu tendangan dan drop (menahan serangan lawan). Tendangan yang diperbolehkan digunakan dalam pertarungan, yaitu: tendangan lingkar dalam, tendangan samping, tendangan belakang, tendangan kait depan, tendangan kait belakang, dan tendangan melingkar belakang. Seluruh tendangan bisa digunakan dengan teknik loncatannya.

Sasaran pengenaan serangan dimulai dari pinggang (sabuk) ke atas akan mendapat nilai dengan arah sasaran bagian depan dan samping badan atau kepala. Bagian yang dilarang diserang adalah sekitar selangkangan, belakang kepala dan belakang badan. Pengenaan sasaran diluar ketentuan di atas akan mendapat pengurangan nilai bahkan dikeluarkan dari arena pertarungan dan dinyatakan kalah.

Pasal-pasal berikutnya mengatur soal mutasi, seragam dan ciri petarung (memakai baju petarung berlengan pendek warna putih), pertemuan teknik, bersalaman, tata tertib pertarungan hingga aturan tambahan.

Seni Gerak

Dalam nomor seni gerak, yang dipertandingan adalah:

A. Jurus/Rangkaian Gerak (Ranger)

1. Jurus yang dipertandingkan adalah jurus Dradjat II (Materi Baku Kurata IV).
2. Peserta minimal tingkat Kurata IV.
3. Jumlah peserta terdiri dari 3 orang peraga seni (bisa terdiri dari putra dan putri).

B. Gerak Tarung (Getar)

1. Getar yang dipertandingkan adalah Gerak Tarung materi demo.
2. Peserta minimal tingkat Kurata IV.
3. Jumlah peserta terdiri dari 2 orang peraga seni.

Sistem penilaian seni gerak terdiri dari

1. Hafal gerakan dengan teknik gerak yang baik dan benar.
2. Keserasian berpasangan.
3. Poin 1 dan 2 mencakup pada prinsip setiap gerakan harus mengandung 5 unsur daya gerak, yaitu : kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan.

Yang dimaksud dengan 5 unsur daya gerak pada Seni Gerak adalah :

Kekuatan, artinya setiap gerakan dilakukan dengan bertenaga dan tidak kaku (keras dan lentur), penuh semangat dan kesiapan fisik dan mental.

Kecepatan, artinya setiap gerakan adalah merupakan gerak refleks yang terlatih, sesuai dengan irama gerakan secara berpasangan.

Ketepatan, artinya gerakan yang dilakukan jelas sasaran (target) yang dituju dan maksudnya serta peruntukannya.

Keberanian, artinya gerakan dilakukan secara tidak ragu-ragu penuh kesungguhan, dilakukan dengan realistis dan rasional.

Keuletan, Artinya gerakan-gerakan memiliki/mengandung nilai-nilai seni yang tinggi, berangkai seperti air yang mengalir dengan memerhatikan 4 unsur diatas tadi, yaitu kekuatan-kecepatan-ketepatan-keberanian.


<<= Sejarah dan Filosofi Tarung Drajat

Sejarah dan Filosofi Bela Diri Tarung Drajat

Sejarah
Seni ilmu olahraga bela diri tarung drajat dideklarasikan kelahirannya dibumi persada Indonesia tercinta, di Bandung 18 Juli 1972 oleh peciptanya seorang putra bangsa yaitu Guru Haji Achmad Dradjat yang memiliki nama julukan dengan panggilan Aa Boxer. Nama panggilan Aa Boxer diterapkan dan melekat pada diri Achmad Dradjat, setelah dirinya mampu dan berhasil menggunakan dan menerapkannya Seni Pembelaan Diri karya ciptanya didalam berbagai bentuk perkelahian, dimana butuh dan harus BERKELAHI atau BERTARUNG dalam rangka BERJUANG untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menegakan kehormatan dan membela kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan kodrat hidupnyanya.

Jadi sebenarnya keberadaan Tarung Derajat itu adalah identik dengan perjalanan & perjuangan G.H.Achmad Dradjat yang juga dikenal dengan julukan Aa Boxer dan kini bergelar "SANG GURU TARUNG DERAJAT".

Perjalanan & Perjuangan hidup Achmad Dradjat dimulai sejak kelahirannya diatas muka bumi ini, Sang Guru Tarung Derajat dilahirkan di Garut 18 Juli 1951 dari pasangan Bapak dan Ibu H.Adang Latif dan Hj.Mintarsih dalam suasana sedang terjadi pertempuran melawan Gerombolan pemberontak yang dikenal dengan sebutan kelompok Darul Islam (D.I), dalam penyerangan tersebut kedua orang tua Achmad Dradjat sebagai Aktivis Pejuang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang setelah pasca Keemerdekaan menjadi anggota Polisi Istimewa, menjadi salah satu sasaran operasi dari penyerangan Gerombolan tersebut. Berkat kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dapat selamat dari peristiwa itu dan saat itulah Sang Guru lahir dalam keadaan sehat, ditengah kejaran para pemberontak. Peristiwa tersebut telah mengilhami kedua oranng tua Sang Guru memberikan nama DARAJAT (DRADJAT / DERAJAT), yang berarti Berkat yaitu suatu Rahmat karunia Tuhan Yang Maha Esa yang membawa atau mendatangkan kebaikan pada kehidupan manusia, seperti keselamatan dan kesehatan hidup atau kesejahteraan hidup atau juga sebagai harkat dan martabat hidup manusia. Sejalan dan seiring dengan nilai-nilai riwayat Perjalanan & Perjuangan hidup yang dilakukan Sang Guru Achmad Dradjat alias Aa Boxer dalam menciptakan dan melahirkan Ilmu Bela Diri secara Alami, Mandiri, dan Tersendiri serta kejadian-kejadian hidup yang terjadi selalu dinikmati dengan totalitas berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tindakan-tindakan yang Realistis dan Rasional, dari hasil perjuangan hidup PRIBADI seperti itu, mencuat sebuah nama untuk diterapkan pada Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri Karya Ciptanya, yaitu : "TARUNG DERAJAT." (Tarung, Bertarung adalah Berjuang dan Derajat adalah Harkat martabat kemanusiaan)

Pada usia balita Achmad Dradjat pindah ke Bandung mengikuti perjalanan dinas kedua orang tuanya, tinggal di kawasan Tegallega suatu daerah yang keras dan berpenduduk sangat heteorogin dengan segala perilaku hidupnya yang dinamis. Situasi dan kondisi seperti itu sangat ditunjang dengan keberadaan sebuah lapangan sangat luas yang beraktivitas hampir 24 jam , berbagai macam bentuk kegiatan hidup terjadi dilapangan tersebut, seperti: berbagai kegiatan olah raga, perkealahian masal antar kelompok pemuda remaja, pemerasan, perampokan perjudian, pelacuran, dlsb yang berbau kriminalitas dan kemaksiatan serta dalam waktu-waktu tertentu bisa dan biasa juga dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya oleh seluruh kalangan masyarakat Bandung khususnya dan apabila sesuatu tindak kekerasan terjadi, tidak jarang masyarakat setempat yang berperilaku hidup baik-baik kerap menjadi korban tindak kekerasan, kejadian tindak kekerasan tersebut tidak terkecuali sering juga dialami oleh sosok remaja Achmad Dradjat.

Bagi Achmad Dradjat yang sejak masa anak-anak mempunyai postur tubuh lebih kecil dibanding dengan sesama anak lainnya dan sangat menggemari olah raga keras, seperti sepak bola dan beladiri, selain itu dirinya yang berkarakter berani dan ulet, menjadikan hidup dan dibesarkan dilingkungan seperti itu memiliki arti dan tantangan yang tersendiri.

Berbekal didikan Akhlak Budi pekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan kedua orang tua dan tertanam serta terpelihara secara ketat dan berdisiplin sejak masa kecil. Aa, demikian dipanggil dalam lingkungan keluarganya (Aa adalah suatu panggilan dalam bahasa daerah sunda bagi anak laki yang tertua atau yang dituakan) mulai memasuki lingkungan yang keras, bermacam cara datang dan terjadi perekelahian antar kelompok maupun perorangan, pemerasan serta berbagai bentuk tindak kekerasan lain.

Dalam lingkungan demikian sifat pemberani dan keinginan menolong teman yang dimilikinya, seringkali membuat Aa mengalami berbagai tindak kekerasan, perklelahian demi perkelahian harus ia lalui walau lebih sering kalah dari pada menangnya, dengan segala keuletan yang didasari oleh hasil didikan Akhlak dan ajaran Agama yang terus melekat, dirinya mampu meng hadapi dan mengatasi berbagai rintangan hidup setahap demi setahap secara pasti, hingga pada usia 13 tahun tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda remaja dan manusia lain yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab nyaris merenggut jiwanya.

Guru Haji Achmad Dradjat

Bagaimana tidak, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya itu terjadi ditengah keramaian orang-orang yang hanya bisa menjadi penonton dan sebagian lainya hanya mampu menjadi penganiaya, dalam keadaan seperti itu Achmad Dradjat dituntut harus mampu bertahan hidup dalam kesendirian, bukan mempertahankan diri sampai lupa diri. Sesungguhnya dari kenyataan peristiwa tersebut sangat disadri hanya kerena Kebesaran dan Kekuasaan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang menghendaki nasib lain sehingga Aa dapat terselamatkan dari nasib yang lebih buruk lagi.

Kejadian serupa terjadi dialami Achmad Dradjat pada saat belajar latihan beladiri secara resmi sebagai anggota suatu perkumpulan beladiri, dalam peristiwa tersebut dirinya dipaksa untuk berkelahi menggunakan teknik yang berlaku di beladiri itu sendiri melawan anggota senior yang bertubuh jauh lebih besar, dengan demikian Achmad Dradjat yang baru belajar dasar-dasar teknik perkelahian tidak mampu berbuat banyak selain bertahan diri, disaksikan anggota senior lain, pelatih dan guru besarnya yang ada diruang latihan lainnya. Achmad Dradjat dengan teknik yang terbatas tadi seluruh badannya penuh dengan luka memar, namun demikian tidak ada fikiran dan rasa dari penyaksi termasuk guru besarnya untuk bertindak, menghentikan dan menyelamatkan perkelahian. Dalam kesendirian sosok remaja Achmad Dradjat kembali harus berjuang diri mempertahankan keselamatan dan kesehatan hidupnya.

Dari perkelahian ke perkelahian itulah Achmad Dradjat secara alami dirinya tertempa dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup yang keras dan dari kerasnya kehidupan yang dialami sifat fisik dan sikap mentalnya terbina dan terbiasa untuk menerima kenyataan hidup secara realistis dan rasional. Kemampuan itu dimiliki karena pada dasarnya, setiap mahluk hidup telah dibekali kemampuan gerak reflek untuk bertahan hidup. Fikiran , rasa dan keyakinan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masanya dan terbayangi sepanjang usia, baik kejadian itu berupa musibah maupun anugerah, pengalaman tersebut pada dasarnya adalah bagian dari proses pembelajaran dan pelatihan otot, 0tak serta nurani untuk menentukan arah hidup yang lebih baik menuju pada kehidupan yang benar selaras dengan kodratnya.

Berbagai macam kejadian dan pengalaman hidup yang terjadi dalam lingkup pembelaan diri yang berasal dan mengandalkan dari gerak reflek dan dorongan naluri ,insting atau garizah yang terus terjadi secara berulang tersebut, mengasah otot, otak serta nuraninya untuk terbiasa menghadapi berbagai ancaman dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup, yang berupa menjaga keselamatan dan kesehatan diri, menegakkan dan mempertahankan kehormatan serta membela kemanusiaan.

Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan jurus dibentuk dan diuji dari perkelahian. Proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental dengan cara yang tersendiri dan mandiri. Gerakan tubuh yang kemudian menjadi jurus ini, seluruhnya didasari gerak reflek yang alamiah.

Dari penempaan praktis ini gerakan tubuh yang tercipta manjadi sangat efektif bagi suatu pembelaan diri. Gerakan dan jurus serta metode latihan didasari kemampuan alamiah. Semua ini sebenarnya dimiliki semua manusia sebagai fitrah dan bisa dikembangkan secara mandiri, inilah yang mendasari lahirnya sebuah prinsip hidup Tarung Derajat "Jadikanlah Dirimu oleh Diri Sendiri."

Hingga menginjak usia pemuda remaja, Achmad Dradjat telah menunjukan kemampuaan dan keunggulan dalam menghadapi berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Achmad Dradjat juga menularkan kemampuan beladirinya pada rekan-rekan dekat dan masyarakat lain yang membutuhkannya, yang sebagian besar memintanya untuk menjadi "Guru." Akhirnya, pada tanggal 18 juli 1972 diikrarkan pendirian Perguruan Tarung Derajat yang menjadi tanda utama resminya kelahiran Ilmu Olah Raga Seni Ilmu Pembelaan Diri karya cipta Achmad Dradjat.

Gelar "SANG GURU" menjadi sebuah panggilan kehormatan dan penghargaan sekaligus sebagai Saripati Jati Dirinya dari apa yang diperjuangkannya dalam menciptakan ILmu Olah Raga Seni Pembelaan Diri TARUNG DERAJAT bagi murid-murid dan Perguruan Pusat Tarung Derajat.

Filosofi Hakekat Tarung Drajat
Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani secara Realistis dan Rasional, didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerakan-gerakan seluruh anggota dan organ tubuh serta bagian-bagian penting lainnnya, dalam rangka memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, antara lain yaitu : Kekuatan - Kecepatan - Ketepatan - Keberanian dan Keuletan, yang melekat dengan Dinamis dan Agresif dalam suatu Sistem Ketahanan / Pertahanan diri serta Pola Teknik, Taktik dan Strategi Bertahan menyerang yang Praktis dan Efektif bagi suatu Pembelaan Diri. Untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan, Kesehatan dan Kesempatan Hidup sebagai Manusia yang berhakekat, seperti mampu menghindari dan menjauhkan sikap hidup permusuhan dan kesombongan, pencegahan dan pemulihan penyakit fisik dan mental, serta mampu mensyukuri kehidupan dan berbuat amal kebaikan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani di atas tadi berasal dan diperoleh dari proses Fikiran Rasa dan Keyakinan atas dan tentang berbagai macam sifat, motif dan bentuk serta cara datang kemudian menerima dan menyikapi serta menjawab peristiwa-peristiwa terjadinya suatu kejadian hidup yang dialami dan teralami sendiri di dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang garapan hidup yang ditekuni secara Realistis dan Rasional pada setiap tatanan ruang lingkup, tataran dan tingkatan kehidupan yang diganti selaras dengan adab-adabnya dalam rangka berinteraksi hidup keluarga, masyarakat, hingga bernegara dan berketuhanan YME. Pengalaman tersebut bergulir secara alamiah dari waktu ke waktu sejak masa kecil bergerak sepanjang hayat.

Rangkaian dari suatu proses pengalaman hidup tersebut ditata dalam bentuk paduan imajinasi yang sarat dengan hasrat perjuangan dan kerja keras untuk merubah nasib, tertata dalam bentuk paduan kreativitas. Paduan imajinasi menyatu dengan paduan kreativitas melahirkan suatu tindakan hidup yang praktis dan efektif. Dan tindakan moral yang dilakukan dengan konsisten pada setiap menghadapi tantangan dan tuntutan hidup, merefleksi dalam paduan Keberanian Moral. sumber



<<= Sejarah Berdirinya Negara Timor Leste

Ronny Pasla, Petenis yang Menjadi Kiper Handal Legendaris TIMNAS Indonesia

Ronny Pasla dilahirkan di Medan, 63 tahun yang lalu. Ia adalah kiper hebat yang pernah dimiliki timnas Indonesia. Salah satu prestasinya yang paling terkenal adalah menepis tendangan penalti pemain legendaris Brasil, Pele.

Ronny Pasla sebenarnya menekuni dunia tenis saat remaja. Dirinya sempat meraih juara pada Kejuaraan Tenis Nasional Tingkat Junior di Malang pada tahun 1967. Pada PON VI 1965 di Jakarta, Ronny bahkan masih terdaftar sebagai atlet tenis mewakili Sumatera Utara. Sayangnya, event tersebut akhirnya batal karena ada pemberontakan G 30 S PKI.
Sang ayah, Felix Pasla, menyarankan agar putranya bermain sepakbola. Ronny mengikuti saran ayahnya. Ia berlatih bersama tim Dinamo Medan. Tak sampai satu tahun, bakat luar biasa Ronni membuat dirinya menjadi pilihan utama di tim tersebut, bahkan berhasil membawa timnya menjuarai piala Suratin.

Di tahun yang sama pula dirinya terpanggil membela Indonesia di timnas senior, padahal usianya baru dua puluh tahun. Ronny adalah pesepakbola yang sarat prestasi, baik di tingkat klub maupun tingkat negara, berbagai penghargaan pernah disabetnya. Timnas Indonesia era Ronny disegani di Asia, bahkan Eropa. Ronni pernah menjajal daya gempur sejumlah klub Eropa saat membela Indonesia, di antaranya Atletico Madrid, Manchester United dan Benfica.
Namun salah satu pengalaman paling berkesan sekaligus mengangkat nama Ronny di mata internasional adalah tatkala Timnas Brazil yang diperkuat pesepak bola legendaris Pele, tur ke Asia termasuk Indonesia pada 1972. Dalam laga Timnas Indonesia dan Brazil itu Ronny berhasil menahan eksekusi penalti Pele, kendati Indonesia akhirnya kalah 1-2.

Akibat kegemilangan tersebut, nama Ronny dikenal luas di Asia. Julukannya waktu itu adalah Macan Tutul. Ia disebut-sebut memiliki kemampuan dan kelenturan badan setara kiper legendaris Soviet, Lev Yashin. Dengan tinggi badan 183 cm, Ronny ketika masih aktif bermain sangat unggul dalam antisipasi bola-bola atas. Tidak heran, posisi pemain inti di Timnas tak tergantikan sejak 1966 hingga pensiun dari Timnas pada usia 38 tahun.

Ronny pensiun total pada usia 40 tahun. Klub terakhir yang dibelanya adalah Indonesia Muda. Setelah pensiun Ronny lebih banyak menggumuli olahraga tennis lapangan sebagai pelatih. Bahkan dia memiliki sekolah tenis lapangan bernama Velodrom Tennis School di Jakarta.
Namun belakangan, minat Ronny pada dunia sepakbola kembali menyeruak. bersama dua rekannya, Andjas Asmara dan Ipong Silalahi, Ronny Pasla mulai menggarap pembentukan tim sepak bola impian melalui reality show pencarian bakat sepak bola bertajuk My Team pada tahun 2007 silam.

Profil singkat Ronni Pasla:

Nama lengkap : Ronny Pasla
Julukan : Macan Tutul
Tempat / tanggal lahir : Medan, 15 April 1947
Orang tua : Felix pasla (Ayah) / Magdalena Sorongan (Ibu)
Status : Menikah
Istri : Enny K. Pasla
Anak :
• Fransiska Pasla
• Fransisce Pasla
• Renaldo Pasla
• Jonny Raymond Pasla
• Diaz Pasla
• Sisfani Pasla
Posisi : Penjaga Gawang
Tinggi / Berat : 183 cm / 65 kg
Hobi : Tenis lapangan
Makanan favorit : Masakan Padang

Karir:
Klub
• Dinamo, Medan
• Bintang Utara, Medan
• PSMS Medan
• Persija Jakarta
• Indonesia Muda, Jakarta
Timnas
Indonesia (?/?)

Prestasi:

• Juara Kejuaraan Tenis Nasional Tingkat Junior di Malang, 1967
• Warga Utama Kota Medan, 1967
• Piagam dan Medal Emas dari PSSI, 1968
• Atlet Terbaik Nasional, 1972
• Penjaga Gawang Terbaik Nasional, 1974

Sumber :http://id.wikipedia.org


<<= Cara Kerja Layar Sentuh (Touch Screen)

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2010

Babak Penyisihan
1 JUMAT Jun 11, 2010 21:00 Afrika selatan VS Mexico 1-1
2 SABTU Jun 12, 2010 1:30 Uruguay VS Francis 0-0
3 SABTU Jun 12, 2010 21:00 Argentina VS Nigeria 1-0
4 SABTU Jun 12, 2010 18:30 Korea Selatan VS Yunani 2-0
5 MINGGU Jun 13, 2010 1:30 Inggris VS USA 1-1
6 MINGGU Jun 13, 2010 18:30 Aljazair VS Slovenia 0-1
7 MINGGU Jun 13, 2010 1:30 Jerman VS Australi 4-0
8 SENIN Jun 14, 2010 21:00 Serbia VS Ghana 0-1
9 SENIN Jun 14, 2010 18:30 Belanda VS Denmark 2-0
10 SENIN Jun 14, 2010 21:00 Jepang VS Kamerun 1-0
1 SELASA Jun 15, 2010 1:30 Italy VS Paraguay 1-1
12 SELASA Jun 15, 2010 18:30 Slandia Baru VS Slovakia 1-1
13 SELASA Jun 15, 2010 21:00 Pantai Gading
VS Portugal 0-0
14 RABU Jun 16, 2010 1:30 Brazil VS Korut 2-1
15 RABU Jun 16, 2010 18:30 Honduras VS Chile 0-1
16 RABU Jun 16, 2010 21:00 Spanyol VS Swiss 0-1
17 KAMIS Jun 17, 2010 1:30 Afrika Selatan VS Uruguay 0-3
18 JUMAT Jun 18, 2010 1:30 Francis VS Mexico 0-2
19 KAMIS Jun 17, 2010 21:00 Yunani VS Nigeria 2-1
20 KAMIS Jun 17, 2010 18:30 Argentina VS Korsel 4-1
21 JUMAT Jun 18, 2010 18:30 Jerman VS Serbia 0-1
22 JUMAT Jun 18, 2010 21:00 Slovenia VS Amerika 2-2
23 SABTU Jun 19, 2010 1:30 Inggris VS Aljazair 0-0
24 SABTU Jun 19, 2010 21:00 Ghana VS Australia 1-1
25 SABTU Jun 19, 2010 18:30 Belanda VS Jepang 1-0
26 MINGGU Jun 20, 2010 1:30 Kamerun VS Denmark 1-2
27 MINGGU Jun 20, 2010 18:30 Slovakia VS Paraguay 0-2
28 MINGGU Jun 20, 2010 21:00 Itali VS Slandia br 1-1
29 SENIN Jun 21, 2010 1:30 Brazil VS Pantai Gading 3-1
30 SELASA Jun 22, 2010 18:30 Portugal VS Korea Utara 7-0
31 SENIN Jun 21, 2010 21:00 Chile VS Swiss 1-0
32 SELASA Jun 22, 2010 1:30 Spanyol VS Honduras 2-0
33 SELASA Jun 22, 2010 21:00 Mexico VS Uruguay 0-1
34 SELASA Jun 22, 2010 21:00 Francis VS Afrika selatan 1-2
35 RABU Jun 23, 2010 1:30 Nigeria VS Korea Selatan 2-2
36 RABU Jun 23, 2010 1:30 Yunani VS Argentina 0-2
37 RABU Jun 23, 2010 21:00 Slovenia VS Inggris 0-1
38 RABU Jun 23, 2010 21:00 Amerika VS Algeria 1-0
39 KAMIS Jun 24, 2010 1:30 Ghana VS Jerman 0-1
40 KAMIS Jun 24, 2010 1:30 Australia VS Serbia 2-1
41 KAMIS Jun 24, 2010 21:00 Slovakia VS Itali 3-2
42 KAMIS Jun 24, 2010 21:00 Paraguay VS Slandia 0-0
43 JUMAT Jun 25, 2010 1:30 Denmark VS Jepang 1-3
44 JUMAT Jun 25, 2010 1:30 Kamerun VS Belanda 1-2
45 JUMAT Jun 25, 2010 21:00 Portugal VS Brazil 0-0
46 JUMAT Jun 25, 2010 21:00 Korea Utara VS Côte d'Ivoire 0-3
47 SABTU Jun 26, 2010 1:30 Chile VS Spanyol 0-2
48 SABTU Jun 26, 2010 1:30 Swiss VS Honduras 0-0



Klasement Group


Main Menang Seri Kalah Gol - Gol Point Klasemen
Group A







Francis 3 0 1 2 1 4 1 4
Mexico 3 1 1 1 3 2 4 2
Uruguay 3 2 1 0 4 0 7 1
Af-Sel 3 1 1 1 3 5 4 3









Group B







Argentina 3 3 0 0 7 1 9 1
Yunani 3 1 0 2 2 5 3 3
Nigeria 3 0 1 2 3 5 1 4
Kor-sel 3 1 1 1 5 6 4 2









Group C







Inggris 3
1
2
0
2
1
5
2
Amerika 3
1
2
0
4
4
5
1
Aljazair 3
0
1
2
0
2
1
4
Slovenia 3
1
1
1
3
3
4
3









Group D







Jerman 3
2
0
1
5
1
6
1
Serbia 3
1
0
2
2
3
3
4
Australia 3
1
1
1
3
6
4
3
Ghana 3
1
1
1
2
2
4
2









Group E







Belanda 3
3
3
5
0
1
9
1
Kamerun 3
0
0
3
2
5
0
4
Denmark 3
1
0
2
3
6
3
3
Jepang 3
2
0
1
4
2
6
2









Group F







Italia 3
0
2
1
4
5
2
4
Paraguay 3
1
2
0
3
1
5
1
Slovakia 3
1
1
1
4
5
4
2
Slandia Baru 3
0
3
0
2
2
3
3









Group G







Brazil 3
2
1
0
2
5
7
1
Portugal 3
1
2
0
7
0
5
2
Pantai Gading 3
1
1
1
4
3
4
3
Kor-ut 3
0
0
3
1
12
0
4









Group H







Spanyol 3
2
0
1
4
2
6
1
Chile 3
2
0
1
3
2
6
2
Swiss 3
1
1
1
1
1
4
3
Honduras 3
0
1
2
0
3
1
4



Babak
16 Besar
49 SABTU Jun 26, 2010 21:00 Uruguay 2
VS 1 Korea Selatan
50 MINGGU Jun 27, 2010 1:30 Amerika 1 VS 2 Ghana
51 MINGGU Jun 27, 2010 21:00 Jerman 4
VS 1 Inggris
52 SENIN Jun 28, 2010 1:30 Argentina 3
VS Mexico 1
53 SENIN Jun 28, 2010 21:00 Belanda 2
VS Slovakia 1
54 SELASA Jun 29, 2010 1:30 Brazil 3
VS Chile 0
55 SELASA Jun 29, 2010 21:00 Paraguay 5
VS Jepang 3
56 SELASA Jun 30, 2010 1:30 Spanyol 1
VS Portugal 1



Perempat Final

57 JUMAT Jul 2, 2010 21:00 Belanda 2
VS Brazil 1
58 SABTU Jul 3, 2010 1:30 Uruguay 1-5
VS Ghana 1-3
59 SABTU Jul 3, 2010 21:00 Argentina VS Jerman
60 MINNGU Jul 4, 2010 1:30 Paraguay VS Spanyol



Semi Final

61 RABU Jul 7, 2010 1:30 Uruguay VS Belanda
62 KAMIS Jul 8, 2010 1:30 Pemenang 59 VS Pemenang 60



Perebutan Juara Tiga

63 MINGGU Jul 11, 2010 1:30 Kalah 61 VS Kalah 62



FINAL

64 SENIN Jul 12, 2010 1:30 menang 61
menang 62




GROUP A

GROUP B
GROUP C
Francis

Argentina
Inggris
Mexico
Yunani
Amerika
Uruguay
Nigeria
Algeria
Afrika Selatan
Korea Selatan
Slovenia










GROUP D
GROUP E
GROUP F
Jerman
Belanda
Italy
Serbia
Kamerun
Paraguay
Australia
Denmark
Slovakia
Ghana
Jepang
Slandia Baru










GROUP G
GROUP H

Brazil
Spanyol

Portugal
Chile

Côte d'Ivoire
Swiss

Korea Utara
Honduras






<<=Alamat Peternak Burung Member KM)