Salut kepada Rhoma Irama

"This song I wrote in 1975. The song is called ‘All Night Long' or ‘Begadang'!," demikian Bang Haji membuka konser. Belum sampai refrain lagu ini dinyanyikan, tiba-tiba sejumlah penonton yang kebanyakan adalah mahasiswa jurusan Musik di Pittsburgh University langsung maju ke depan panggung dan berjoget. Tidak lama berselang, maju pula seluruh penonton dari berbagai warna kulit untuk ikut berjoget.

Para penonton tampak sangat menikmati lagu-lagu yang dibawakan Rhoma Irama. Selama konser berlangsung, semuanya terlihat berjoget ria, menggoyangkan tubuh di atas nada-nada dangdut-rock campur dakwah ala Soneta.

Rhoma Irama tampil prima dalam pementasan malam itu. Dia juga mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang cukup akurat. "Operator, please, volume up the percussion. Yes, that's good. Thank you," ucap Bang Haji ketika mengetahui suara kendangnya sedikit tenggelam saat melantunkan lagu "Adu Domba".

Puncak acara adalah Jam Session antara Rhoma Irama dan 'The Dangdut Cowboys', yang tak lain adalah musisi dangdut lokal dari kota setempat. Ketika mereka mendendangkan lagu ‘Terrajana', lagi-lagi para penonton serempak bergoyang.
"Ini mirip nonton acara KDI di TPI atau Konser Dangdut di SCTV. Cuma bedanya yang berjoget adalah orang Amerika dan berlangsung di Kota Pittsburgh yang agak antah berantah," demikian Narotama Rukmananda, Produser Eksekutif VoA siaran Indonesia, yang kebetulan mengikuti jalannya konser Rhoma Irama di Pittsburgh, sebagaimana diungkapkannya lewat Mailing List, Senin (12/10).
"Saya sempat berbisik ke Profesor Andrew Weintraub, pendiri Music Department's Gamelan Ensemble, Universitas Pittsburgh, bahwa ini seperti mimpi; nonton Rhoma Irama di Amerika Serikat dan di Pittsburgh lagi!," tandasnya. Andrew, yang fasih berbahasa Indonesia dan Sunda, hanya menanggapi dengan tertawa seraya bilang, "Yah, asik juga, ya...".

Nama Rhoma Irama dan Soneta Group sendiri sudah tergolong kondang bagi mahasiswa jurusan Musik Universitas Pittsburgh. Tak lain adalah Profesor Andrew inilah yang memperkenalkan musik dangdut kepada para mahasiswanya. Berkat dialah Rhoma Irama menjadi salah satu musisi dari kawasan Asia yang sangat diidolakan oleh para mahasiswa di kota berbukit yang dikenal dengan sebutan kota kampus liberal ini.






Video: Rhoma Irama di Pittsburgh PA, USA


Para mahasiswa itu rata-rata jatuh cinta oleh dentingan gitar dan nafas rock di atas hentakan kendang yang selama ini menjadi ciri khas musik dangdut Rhoma Irama. Sebelumnya, para mahasiswa tersebut hanya mengenal lagu-lagu Rhoma Irama dan sejarahnya dari berbagai diskusi kajian musik yang sering digelar di kampusnya.

"He is a legend, I love his music. I always hear his name on class and now he is here. Amazing. I wanna go to Indonesia some day", ungkap seorang penonton. Beberapa penonton lainnya, seusai menyaksikan konser Rhoma Irama, bahkan mengaku semakin penasaran dan ingin belajar lebih dalam lagi tentang musik dangdut selain main gamelan.

Konser Rhoma Irama di Kampus Universitas Pittsburgh ini adalah puncak acara dari diskusi tentang Media Islam di Indonesia dan Malaysia yang menghadirkan para pakar dari Bowling Green University, Ohio University, Arizona State University, New York University, dan masih banyak lagi, termasuk sejumlah pakar televisi dari Indonesia.




Menariknya, para pakar itu ikut berjoget selama konser Rhoma Irama berlangsung. "Lebih menarik lagi, saya sempat ikut berjoget bareng pakar televisi Indonesia. Ya, sempat juga joget bareng (Direktur Trans TV) Pak Ishadi SK, he-he-he. Rupanya Pak Ishadi senang bisa ikut joget dangdut di Amerika. Dangdut is the music of my country...," ungkap Naratama.

Sebenarnya, menurut Naratama, ini adalah sebuah kebanggan bagi masyarakat Indonesia. "Musik dangdut yang baru dikenal sudah bisa membuat publik Amerika bergoyang untuk sejenak berhenti memikirkan krisis finansial yang melanda negerinya. Tetapi mengapa di Indonesia musisi-musisi yang mengusung musik dangdut malah dianggap kampungan? Apakah saat ini warga di Amerika telah berubah menjadi kampungan?," ujarnya.
Dalam lawatan di negeri Paman Sam ini, selain tampil di Pittsburgh, Rhoma Irama bersama Kelompok Soneta juga dijadwalkan tampil di Ohio dan Washington. Adapun Naratama Rukmananda bertindak sebagai Stage Manager
dalam pementasan Rhoma Irama dan Soneta yang berlangsung di Washington, Senin (13/10).
Kedatangan Oma ke Negeri Paman Sam rupanya bukan cuma untuk menghibur warga Indonesia di Washington. Oma datang atas undangan Departemen Musik University of Pittsburgh Amerika untuk tampil dalam sebuah seminar tentang Islam, Terorisme, dan Kebudayaan Pop.

Peran Oma dalam blantika musik Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Dialah yang memopulerkan irama melayu yang sekarang lebih umum disebut dangdut.

Di Indonesia, pengakuan terhadap popularitas Oma ditunjukkan dengan jumlah penggemarnya yang amat banyak. Sedangkan di luar negeri, sepak terjangnya mendorong seorang sosiolog dari Ohio State University, Prof William H Frederick, untuk menyusun tesis Rhoma Irama and the Dangdut Style: Aspect of Contemporary Indonesia Popular Culture (1982). Tentang dangdut, Frederick menyebutnya sebagai bukti jeniusan Indonesia setelah Candi Borobudur. ”Rhoma telah melakukan revolusi dalam dunia musik Indonesia," kata Frederick dalam karyanya.

Selain Bali dan terorisme, dangdut telah memaksa mata internasional melirik Indonesia. Seteru Oma, Inul Daratista pernah menjadi bahan liputan media internasional seperti Time, Newsweek dan The Economics. Seperti hanya Oma, Inul dianggap fenomenal dengan dangdut versinya sendiri yang tak bisa dilepaskan dari goyang 'ngebor'.

Tidak sampai di situ, dangdut pun mulai populer di Amerika. Buktinya, negeri gudangnya musik pop itu menggelar ajang Dangdut in America sejak 2007. Pemenangnya, Arreal Hank Tilghman saat ini sedang berada di Indonesia. Konon pemuda kulit hitam berambut gimbal ini bisa menyanyi dangdut setelah diajari Thomas Djorghi, penyanyi dangdut Indonesia.

Para FANS DangDut's:



------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Source: Diolah dari berbagai sumber


<<= Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Alami

Budidaya Ikan Lele di Kolam Alami

Pemeliharaan untuk memaaksimalkan pembesaran adalah inti dari budi daya lele. Tulisan ini menjelaskan bagaimana langkah-langkah yang tepat dalam budidaya ikan lele di kolam alami, mulai dari memupuk media tanam(kolam), membuat dan menyediakan pakan, dan bagaimana memelihara kolam tambak.

Pada dasarnya budidaya ikan lele di kolam ataupun di kolam buatan yang dibuat dari plastik atau terpal tidak begitu berbeda. Yang membedakan hanya Media tanamnya, dan langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum penanaman bibit.berikut langkah-langkah yang harus dilakukan dalam budidaya ikan lele di kolam alami:

Pemupukan Kolam
  • Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu. Pemupukan bermanfaat untuk menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih lele.
  • Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) sebanyak 500-700 gram/m2. Bisa ditambahkan urea 15 gram/m2, TSP 20 gram/m2, dan amonium nitrat 15 gram/m2. Selanjutnya kolam dibiarkan selama tiga hari.
  • Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan biarkan selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele.
  • Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.


Pakan
Makanan alamiah lele adalah zooplankton, larva, cacing, serangga air, dan fitoplankton. Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein dan kotoran yang berasal dari kakus.

Selain makanan alami, lele perlu mendapat makanan tambahan. Lele yang dipelihara di kecomberan dapat diberikan makanan tambahan berupa sisa-sisa makanan dari rumah tangga, daun kubis, tulang ikan dan tulang ayam yang dihancurkan, usus ayam, dan bangkai.

Selain makanan sisa, makanan tambahan bisa berupa campuran dedak dan ikan rucah dengan perbandingan 9:1 atau campuran bekatul, jagung dan bekicot dengan perbandingan 2:1:1. Jika cukup modal, lele bisa diberikan makanan tambahan pelet.

Pelet
Bahan makanan pelet buatan antara lain tepung ikan (27%), bungkil kacang kedele (20%), tepung terigu (10,5%), bungkil kacang tanah (18%), tepung kacang hijau (9%), tepung darah (5%), dedak (9%), vitamin (1%), mineral (0,5%).

Bahan-bahan itu dihaluskan untuk kemudian dicampur menjadi adonan seperti pasta. Adonan kemudian dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%.

Lemak bisa ditambahkan dengan dilumurkan pada pelet sebelum diberikan pada lele. Lumuran minyak juga berfungsi memperlambat pelet tenggelam.

Pelet mulai diperkenalkan pada ikan lele saat umur enam minggu dan diberikan pada ikan lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan yang berbentuk tepung.

Pada minggu ketujuh dan seterusnya lele sudah dapat langsung diberi makanan yang berbentuk pelet.

Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.

Pencegahan penyakit
Untuk mencegah terkena penyakit karena bakteri, sebelum ditebarkan lele yang berumur dua minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan dosis 200 ppm selama 10-15 menit. Setelah itu lele akan kebal selama enam bulan.

Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit.

Pemeliharaan kolam/tambak
-Kolam diberikan kapur 25-200 gram/m2 untuk memberantas hama dan bibit penyakit.

-Air dalam kolam/bak dibersihkan satu bulan sekali dengan cara mengganti semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan dua malam.

-Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan diberikan kapur sebanyak 200 gram/m2 selama satu minggu.

-Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.


Masa Panen
Ada beberapa patokan yang biasa dipegang oleh peternak dalam menentukan ukuran lele yang siap dipanen, ada kalanya berdasarkan usia lele sekitar 2 bulan atau 60 hari, ada juga tergantung banyaknya pelet yang dihabiskan, ada juga yang melihat ukuran tubuh lele tersebut misalnya memanen lele apabila ukurannya kira-kira 7 - 12 ekor /Kg.

terima kasih kepada sumber



<<= rokok elektrik lebih bahaya dari rokok biasa

Rokok Elektrik Lebih Bahaya dari Rokok Biasa?

VIVAnews – Anggapan orang yang selama ini menyatakan rokok elektrik lebih sehat daripada rokok biasa ternyata salah. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI Kustantinah menjelaskan, rokok elektrik sama berbahayanya dengan rokok yang dibakar biasa.

Kandungan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarut nikotin ternyata dapat menyebabkan penyakit kanker.

“Mungkin orang beranggapan rokok elektrik hanya mengandung nikotin, dan kalau rokok biasa ada bahan-bahan lainnya,” kata Kepala BPOM RI Kustantinah di Jakarta, Jumat, 13 Agustus 2010.

Kustantinah menjelaskan dalam rokok elektrik terdapat nikotin cair dengan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin. Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. “Senyawa nitrosamine inilah yang menyebabkan penyakit kanker.”

Kustantinah menambahkan, semua rokok elektrik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan. Di seluruh dunia, ia juga mengungkapkan, tidak ada negara satupun yang menyetujui rokok elektrik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok
elektrik dilarang.

“Padahal negara China yang menemukan rokok elektrik pada 2003. Namun, pemerintah China sudah melarang peredarannya,” katanya menjelaskan.

bagian-bagian rokok elektrik

Untuk itulah BPOM bersama Kementrian Kesehatan, Kementrian Industri dan Kementrian Perdagangan akan mengkaji lebih dalam tentang rokok elektrik. “Rokok elektrik tidak akan pernah didaftarkan, disetujui dan akan dilarang di Indonesia,” ujarnya.

sumber : arthamanna.wordpress.com. Laporan : Iwan Kurniawan


<<= Acer Aspire One Bios Recovery

Budidaya Ikan Lele di kolam Alami =>>