Showing posts with label peliharaan sub. Show all posts
Showing posts with label peliharaan sub. Show all posts

Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Akan Memelihara Ikan Koi

Seringkali terjadi dikolam para hobbyist (pemula), koi yang baru masuk kekolam,
mati dalam beberapa hari. Bahkan yang lebih menyedihkan adalah koi lainnya
menjadi sakit dan akhirnya mati semua. Mengapa dan bagaimana sulusinya ?

1. Koi stress dalam kantong beroksigen

Koi yang baru dibeli biasanya dibawa dengan dimasukkan dalam kantong plastik
beroksigen. Dalam kondisi seperti itu bisa dipastikan bahwa koi dalam keadaan
stress. Bagaimana tidak, dengan ruang yang teramat sempit dalam kantong, koi
nyaris tidak dapat bergerak. Hal yang biasa terjadi bila koi meronta-ronta, dan
hal yang biasa pula cara tsb digunakan untuk memindahkan koi.

2. Koi Stress rentan terhadap penyakit.

Sebagaimana manusia, koi juga memiliki ketahanan tubuh. Bila koi dalam keadaan
sehat (fit), maka penyakit tidak mudah menyerang. Tetapi bila koi stress, maka
akan mengurangi daya tahan tubuhnya dan sangat mudah terkena infeksi. Oleh
karena itu yang harus diupayakan adalah menjaga agar koi tidak stress, atau
minimal dengan mengkondisikan agar koi segera terlepas dari stress.

3. Menyingkat waktu transportasi koi.

Mengingat koi dalam kantong beroksigen dalam kondisi stress, maka sebisa
mungkin, jangan terlalu lama membiarkan koi dalam kantong. Begitu sampai,
segera lakukan tindakan untuk melepas koi.

4. Melepas koi dari dalam kantong.

Seperti kita ketahui baik dari nasihat lisan maupun informasi tertulis lainnya,
melepas koi dari kantong perlu beberapa langkah antara lain, meletakkan koi
masih dalam ikatan kantong diatas air kolam dan membiarkannya beberapa saat
(lebih kurang 15-30 menit). Maksudnya untuk menyamakan suhu air didalam kantong
dengan dikolam. Setelah itu buka kantong, dan rasakan suhu air didalam kantong
dengan tangan, apakah telah relatip sama dengan suhu air dikolam. Bila dirasa
suhunya sama maka tambahankan air kolam ke dalam kantong hingga penuh dan
biarkan koi keluar dengan sendirinya. Cara tersebut sudah biasa dilakukan untuk
menghindari perubahan kondisi air yang mendadak. Tetapi pertanyaannya adalah
apakah dengan langkah-langkah tersebut sudah cukup menjamin kenyamanan bagi koi
yang baru masuk kolam ? Jawabannya TIDAK. Mengapa demikian ?

5. Setiap kolam koi punya kualitas air yang berbeda.

Tidak ada satupun kolam koi yang sama persis kualitas airnya dengan kolam lain
apalagi berbeda lokasi/tempat.
Kualitas air kolam di lokasi dealer, tentu berbeda dengan di kolam anda. Bila
perbedaannya cukup significant, pastilah koi baru akan makin bertambah stress.
Tidak mungkin anda melakukan test air di kolam dealer setiap anda akan membeli
koi. Apalagi bila kolam anda tidak dilengkapi dengan sistem filter yang
memadai. Lalu apakah dengan adanya perbedaan kualitas air tersebut, kita tidak
akan membeli koi selamanya? Jawabannya tentu saja TIDAK. Yang pasti, anda harus
memahami hal ini. Bagaimana solusinya ?

6. Koi baru perlu proses karantina.

Tidak ada yang bisa menjamin koi yang baru anda beli, akan tetap hidup dikolam
anda. Tetapi ada langkah2 yang bisa dilakukan untuk menekan kematian koi baru,
yaitu dengan melalui proses karantina. Bolah saja bila ada yang menyatakan
bahwa koi yang baru dibelinya sehat-sehat saja, tanpa harus dikarantina. Bagi
saya itu adalah kasus yang kebetulan saja. Artinya tidak setiap hobbyist bisa
melakukannya. Mungkin karena telah berpengalaman, atau kondisi kolamnya telah
dilengkapi dengan system filter yang baik, atau memang koinya benar2 sehat yang
berasal dari kolam dealer yang baik pula. ingat bila tidak
berhati-hati dalam memperlakukannya, koi baru bisa menimbulkan masalah.sumber





<<= Tips Memilih Fashion Agar Kaki Terlihat Jenjang

Tips Perawatan Burung Ciblek Agar Cepat Gacor


Ciblek Gacor
Bagaimana bikin burung ciblek jadi cepat gacor? Kuncinya ada di perawatan serta juga yang tidak kalah penting yaitu mental dari si burung itu sendiri. Layaknya kita ketahui ciblek yang telah kita kenal ada dua jenis type yakni ciblek dada putih serta ciblek dada putih kekuningan. Dari ke-2 type ciblek tersebut ada perbedaan ciri-ciri dari keduanya. Burung ciblek dada putih contohnya, bila telah kalah bertarung umumnya burung ini dapat lebih lama sembuhnya dibanding dengan burung ciblek dada kuning atau putih kekuningan.

Ciblek atau bhs latinnya prinia famillia ini yaitu burung kecil yang lebih kurang tahun 80 - 90an ada banyak bercengkrama di lebih kurang halaman tempat tinggal kita. Nada khasnya sebagaikan burung ini digandrungi oleh beberapa kicaumania di seluruh indonesia serta jadikan burung ini jadi naik daun serta berangsur-angsur mulai jarang tampak di alam bebas. Penangkapan yang terlalu berlebih jadi di antara karena menghilangnya burung ciblek di pekarangan maupun di kebun-kebun.

Ciblek jantan serta betina dapat dibedakan dari warna paruh sisi bawahnya. Untuk ciblek jantan dewasa warna paruh semuanya yaitu berwarna hitam namun untuk jantan muda warna paruh sisi bawahnya berwarna putih kepucatan dengan sedikit warna hitam di ujung paruhnya, namun untuk ciblek betina warna paruh sisi bawahnya berwarna putih.

Variasi nada burung ciblek umumnya seirama serta diperdengarkan dengan tempo tinggi ( ngotot ) serta terus-terusan, hingga enak didengar. Sebagian ciblek sudah bisa di master dengan nada burung lain. Arti nada tembakan, nada ngebren yaitu arti yang biasa dipakai oleh pengagum burung ini untuk menggambarkan nada burung ciblek yang tengah berkicau. Nada tembakan yaitu nada burung waktu memperdengarkan nada kerasnya dengan satu-persatu dengan tempo suara yang tidak demikian rapat. Ngebren yaitu nada ciblek yang diperdengarkan dengan tempo tinggi/rapat serta keras. Terasa jarang kita jumpai burung ciblek yang bersuara ”setengah hati”. Variasi nada burung ini dapat bergantung pada kecerdasan burung saat menangkap serta merekam nada burung lain di sekelilingnya.

Tidak saja untuk dipertandingkan, burung ciblek juga dikenal sebagai burung ”master” yang baik, terutama untuk burung kenari, branjangan, cucak hijau serta yang lain.

Perawatan harian burung ciblek 

  1. makanan utama yang harus disediakan untuk ciblek tiap-tiap harinya yaitu : 
  2. Jangkrik kecil ( atau jangkrik dewasa sesudah di potong kepala, kaki serta sayapnya ) 
  3. Ulat ( dapat ulat kandang / ulat hongkong ) 
  4. Kroto 
  5. Voer lembut ( banyak kicaumania yang memberikan susu bubuk kedalam voernya ) 

Perawatan harian untuk ciblek dewasa 

  • Perawatan harian dapat diawali dengan pemberian jangkrik kecil 3 ekor pagi / sore 
  • ulat ( untuk UH sebelum saat diberikan baiknya kepala ulat dipotong dulu, serta semakin bagus lagi bila diberikan UH yang tetap berwarna putih / ubah kulit ) sejumlah 3 ekor p/s 
  • kroto baiknya minimal 2 kali 1 minggu atau 3 kali 1 minggu. 
  • Voer diberikan voer lembut serta digabung dengan susu bubuk. 
  • Penjemuran minimal 2 s/d 3 jam tiap-tiap hari. 
  • Pada saat menggantung burung ini upayakan berjauhan dari burung sejenis atau burung predator lainnnya layaknya toed/cendet/pentet. 
  • Tempel dengan burung betina / burung muda optimal 2 kali 1 minggu sepanjang - 2 jam, untuk mengasah mentalnya. 
Sebenarnya kunci dari pada perawatan harian burung yaitu bergantung dari setelan harian yang kita lakukan untuk burung kicauan kita, serta sesudah itulah yang jadikan sebagai patokan dari perawatan burung tiap-tiap harinya. Coba kerjakan pergantian perawatan layaknya jumlah jangkrik/ulat yang didapatkan tiap-tiap harinya lantas amati perubahan burung tersebut apakah burung tersebut makin agresif, rajin berkicau atau jadi jadi malas berkicau, cari setelan yang menurut anda yaitu setelan yang pas diaplikasikan pada burung anda tiap-tiap harinya. Umumnya sesudah anda mendapatkan setelan yang cocok untuk burung anda maka burung lalu dapat lebih optimal serta tentulah perihal ini yang amat diinginkan oleh kicauan mania, mempunyai burung yang gacor di tempat tinggal maupun di arena kontes.terima kasih kepada sumber


<<= Apakah Yang Dimaksud White Kopi, Darimanakah Asalnya? 

Hal Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memlihara Burung



Dalam memelihara burung lebih dari satu Aturan umum menjaga performa burung, burung macet, burung sakit, mabung, teler, gacor, anis merah, murai batu, cucak rowo, cucak ijo. Banyak penghobi burung yang menanyakan bagaimana hukumnya memelihara burung lebih dari satu agar semua burung terjaga performanya. Hal ini sebenarnya pernah saya tulis di banyak jawaban atas pertanyaan teman-teman. Namun ada baiknya saya tulis lagi review-nya.

1. Jangan menempatkan sesama burung fighter dalam satu rumah. Yang termasuk burung fighter (petarung) murni adalah murai batu, kacer (poci/skoci maupun hitam), sulingan/tledekan, dan decu. Risikonya, salah satu di antarnya akan ngedrop atau malah kedua-duanya ngedrop. Dengan demikian, kalau terpaksa memelihara burung fighter lebih dari satu, dipisah jauh sampai keduanya sama-sama merasa tidak diserang wilayah teritorialnya. Hal ini memang kadang tidak berlaku untuk burung-burung fighter yang sama-sama dipelihara sejak keduanya belum dewasa/bunyi. Kalau burung dipelihara sejak masih sama-sama belum memiliki klaim teritory tertentu, keduanya bisa saling bertoleransi dan tidak saling menyerang. Juga misalnya antara indukan dan anak-anak gerenasi penerusnya selama keduanya tidak pernah berpisah dalam waktu lama. Kalau sudah dipisah lama, kalau dipertemukan lagi akan tetap tarung memperebutkan wilayah teritory (wilayah kekuasaan).

2. Jangan menempatkan burung apapun yang masih muda/belum gacor di dekat burung apapun yang sudah gacor. Kalau untuk tujuan pemasteran, burung yang muda dikerodong dan jangan ditempel/gantang berdekatan.

3. Jangan menempatkan burung yang sedang mabung di dekat burung apapun yang gacor. Sama denga poin kedua di atas, kalau untuk tujuan pemasteran, burung yang mabung dikerodong dan jangan ditempel/gantang berdekatan.

4. Jangan memelihara burung-burung bersuara setan atau suara mati untuk jenis burung lainnya. Termasuk yang dikenal sebagai suara mati untuk burung yang lainnya adalah suara aseli cucak hijau, cucak rowo, perkutut dan suara bervolume rendah lainnya.

 Jika murai atau kacer Anda bersuara lagu aseli cucak hijau atau cucak rowo, maka dia sering dianggap punya suara setan/tidak disukai. Lain misalnya cucakrowo dimaster suara cucak rowo karena itu adalah lagu yang diharapkan. Cucakrowo yang punya lagu kicauan suara lovebird misalnya, ya akan disebut CR dengan bersuara mati. Jadi apa yang disebut suara setan adalah suara/lagu yang lazim dianggap jelek di dunia lomba untuk dimikiki burung-burung jenis tertentu lainnya. Dengan demikian, kalau Anda memelihara burung dalam jumlah lebih dari satu, selama tidak menyalahi
pantangan di atas, secara umum tidak masalah. Enjoy
Terimakasih kepada sumber : agroburung.com


Cara Membedakan Kelamin Anis Merah Trotolan


Untuk Menanggapi Pertanyaan Yang sering Muncul di Forum AM ini,dan sekaligus sebagai PR Buat saya.Sekarang saya akan mengulasnya lebih jauh lagi dan lengkap dengan Photonya.

Seperti yang pernah saya Ulas sebelumnya,Untuk membedakan Trotolan AM jantan/betina,Cara yang paling gampang untuk membedakannya ialah kita bisa membedakannya melalui warna sayapnya.


Untuk yang Betina
Trotolan AM Betina biasanya warna sayapnya agak Kusam,dan ada warna2 kuning dibagian sayapnya,warna2 kuning ini terdapat pada Bulu sayap dari yang paling kecil sampai yang paling besar,biasanya jumlah warna2 kuning pada sayapnya,biasanya sebanyak 5-6 helai.


Berikut Contoh Picture Trotolan AM Betina dalam posisi sayap terbuka
Coba diperhatikan warna kuning2 dari sayap yang paling kecil





 






Kumpulan AM Cewek dalam 1 sangkar
 Dibawah Ini Photo Trotolan Cewek yang warna kuning di sayapnya agak samar2,dan Hampir Kamera saya tidak bisa menangkap warna Kuning tersebut,Padahal Kamera yang saya gunakan Berkekuatan 8MP dan cuaca saat itu agak sedikit mendung,Coba perhatikan warna kuning2 dipingir-pinggir sayapnya,warna kuningnya agak samar2.

Warna kuning2 seperti inilah yang kadang membuat kita ragu terhadap jenis kelamin trotolan tersebut,Jika kita sedang menemukan Trotolan yang seperti ini,Cobalah dilihat dibawah sinar matahari/tempat yang terang

Photo2 AM Betina diatas,saya ambil di Rumah Pak Gusti Komang,yang salah satu pengepul yang ada di Pupuan,Saya Minta bantuan Beliau untuk memegangi AM yang saya Ambil Pictnya


Untuk yang Jantan
Untuk Membedakan Trotolan yang Jantan,kita bisa melihat warna sayapnya.Biasanya Trotolan AM Jantan,memiliki warna sayap yang agak mengkilap.dan di sekitar Bulu sayapnya tersebut tidak ada warna kuning2nya

Berikut Picture Trotolan AM Jantan
Coba Perhatikan Bulu2 sayapnya,Warnanya agak Mengkilap dan tidak ada warna Kuning2nya,alias Mulus




AM Semiran


Kalau kita Perhatikan Pics yang diatas ini,warna bulu2 nya memang agak sedikit Kusam,kelihatan seperti trotolan AM yang habis mandi,Padahal yang menyebabkan bulunya jadi Kusam,karena trotolan Tersebut disemir pake semir rambut

Tapi teman2 jangan salah sangka dulu ya,Karena Pak Gusti memang sebelumnya dapat dalam keaadan yang seperti ini,Jika kita sudah pengalaman,Hal2 yang seperti ini tetap aja kelihatan,karena sangatlah gampang untuk membedakan antara Trotolan yang disemir dan yang Orisinil,Coba aja perhatikan Pict2 yang diatas,warnanya beda Kan?

Tambahan
Untuk membedakan Trotolan AM Jantan/Betina dengan melihat warna di sayapnya, Cara ini hanya bisa kita bedakan disaat Trotolan tersebut masih ada bulu2 Trotolnya kira2 umur di bawah 3 bulan.Jika sudah ganti Bulu dewasa atau dah Full merah,kita jadi sulit untuk mebedakannya

Untuk yang betina,
Warna kuning2 pada bagian sayapnya akan hilang secara perlahan-lahan dan warna sayapnya jadi hitam polos

Untuk Yang jantan
Warna sayapnya akan semakin mengkilap dan terkadang jika sudah birahi,Trotolan tersebut akan mulai ngeplong2.

Semoga dengan adanya Thread ini, kita bisa membedakan Trotolan AM Jantan/Betina dan tidak tertipu lagi Oleh Penjual yang nakal.
penulis Om Jayanz di  www.kicaumania.or.id

Cara Membedakan Kelamin Anis Merah Trotolan


Untuk Menanggapi Pertanyaan Yang sering Muncul di Forum AM ini,dan sekaligus sebagai PR Buat saya.Sekarang saya akan mengulasnya lebih jauh lagi dan lengkap dengan Photonya.

Seperti yang pernah saya Ulas sebelumnya,Untuk membedakan Trotolan AM jantan/betina,Cara yang paling gampang untuk membedakannya ialah kita bisa membedakannya melalui warna sayapnya.


Untuk yang Betina
Trotolan AM Betina biasanya warna sayapnya agak Kusam,dan ada warna2 kuning dibagian sayapnya,warna2 kuning ini terdapat pada Bulu sayap dari yang paling kecil sampai yang paling besar,biasanya jumlah warna2 kuning pada sayapnya,biasanya sebanyak 5-6 helai.


Berikut Contoh Picture Trotolan AM Betina dalam posisi sayap terbuka
Coba diperhatikan warna kuning2 dari sayap yang paling kecil





 






Kumpulan AM Cewek dalam 1 sangkar
 Dibawah Ini Photo Trotolan Cewek yang warna kuning di sayapnya agak samar2,dan Hampir Kamera saya tidak bisa menangkap warna Kuning tersebut,Padahal Kamera yang saya gunakan Berkekuatan 8MP dan cuaca saat itu agak sedikit mendung,Coba perhatikan warna kuning2 dipingir-pinggir sayapnya,warna kuningnya agak samar2.

Warna kuning2 seperti inilah yang kadang membuat kita ragu terhadap jenis kelamin trotolan tersebut,Jika kita sedang menemukan Trotolan yang seperti ini,Cobalah dilihat dibawah sinar matahari/tempat yang terang

Photo2 AM Betina diatas,saya ambil di Rumah Pak Gusti Komang,yang salah satu pengepul yang ada di Pupuan,Saya Minta bantuan Beliau untuk memegangi AM yang saya Ambil Pictnya


Untuk yang Jantan
Untuk Membedakan Trotolan yang Jantan,kita bisa melihat warna sayapnya.Biasanya Trotolan AM Jantan,memiliki warna sayap yang agak mengkilap.dan di sekitar Bulu sayapnya tersebut tidak ada warna kuning2nya

Berikut Picture Trotolan AM Jantan
Coba Perhatikan Bulu2 sayapnya,Warnanya agak Mengkilap dan tidak ada warna Kuning2nya,alias Mulus




AM Semiran


Kalau kita Perhatikan Pics yang diatas ini,warna bulu2 nya memang agak sedikit Kusam,kelihatan seperti trotolan AM yang habis mandi,Padahal yang menyebabkan bulunya jadi Kusam,karena trotolan Tersebut disemir pake semir rambut

Tapi teman2 jangan salah sangka dulu ya,Karena Pak Gusti memang sebelumnya dapat dalam keaadan yang seperti ini,Jika kita sudah pengalaman,Hal2 yang seperti ini tetap aja kelihatan,karena sangatlah gampang untuk membedakan antara Trotolan yang disemir dan yang Orisinil,Coba aja perhatikan Pict2 yang diatas,warnanya beda Kan?

Tambahan
Untuk membedakan Trotolan AM Jantan/Betina dengan melihat warna di sayapnya, Cara ini hanya bisa kita bedakan disaat Trotolan tersebut masih ada bulu2 Trotolnya kira2 umur di bawah 3 bulan.Jika sudah ganti Bulu dewasa atau dah Full merah,kita jadi sulit untuk mebedakannya

Untuk yang betina,
Warna kuning2 pada bagian sayapnya akan hilang secara perlahan-lahan dan warna sayapnya jadi hitam polos

Untuk Yang jantan
Warna sayapnya akan semakin mengkilap dan terkadang jika sudah birahi,Trotolan tersebut akan mulai ngeplong2.

Semoga dengan adanya Thread ini, kita bisa membedakan Trotolan AM Jantan/Betina dan tidak tertipu lagi Oleh Penjual yang nakal.
penulis Om Jayanz di  www.kicaumania.or.id

Tips Mudah Memelihara Ikan Louhan

Ikan Louhan (bahasa Inggris: Flowerhorn) diterbitkan dari bahasa Cina yaitu Lou Han. Luohan pertama kali muncul di Malaysia sekitar tahun 1996-1997.
Lou Han  merupakan  salah  satu ikan  hias  yang banyak digemari di Indonesia dan berasal dari keluarga  Cichlidae. Siklid   merupakan  keluarga besar  yang  terdiri  atas  ratusan  spesies.Perkawinan  silang  antar Lou Han  terbukti menghasilkan Lou Han yang cukup baik kualitasnya dengan ciri-ciri fisik tertentu, yaitu pada aspek warna, rajah dan keindahan bentuk.

Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perubahan warna ikan Louhan adalah dengan pemberian pakan buatan di samping faktor genetik ikan tersebut.
Dalam pemeliharaan, Lohan tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mahal terutama pada pemberian makanannya. Selain makanan alami yang mudah didapat (cacing, udang), ikan ini juga menyukai makanan buatan(pelet). 

1. AkuariumVolume akuarium tergantung ukuran, ikan louhan kecil 5 - 7,5 cm bisa menggunakan akuarium 20x30cm².. Ikan besar, 10-15 cm memerlukan akuarium lebih besar, 40x60 cm². Louhan berukuran di atas 25 cm gunakan akuarium 60x120 cm². Agar Louhan berukuran 40 cm dapat bergerak bebas, akuarium yang dapat digunakan yakni ukuran 80x166 - 180 cm².

2. Pengisian Air Lou Han hidup baik pada suhu cukup hangat, 28-30 derajat Celcius. Air dingin dapat menyebabkan nafsu makan ikan kurang dan pertumbuhannya lambat.

3. Pemberian Makanan Cacing rambut, blood worm, udang tawar, dan cacing tanah adalah pakan terbaik. Untuk pemberian pelet dibiasakan sejak kecil.

4. Perawatan Bersihkan kotoran ikan yang ada di dalam akuarium selama 2-3 hari sekali untuk menjaga kesegaran air. Agar dinding tidak berlumut, dapat memelihara ikan Sapu-sapu,dengan ikan satu ini, ikan Louhan "segan" sehingga tidak menjahilinya.

5. Peralatan Peralatan yang dibutuhkan dalam perawatan Louhan tidak jauh berbeda dengan ikan lain,diantaranya: Aerator, untuk memasok oksigen / menciptakan gelembung Filter, untuk menyaring kotoran dan memasok okigen Selang penyedot air, yang digunakan untuk mengganti sebagian air atau mengganti total air dalam akuarium Batu apung, untuk membersihkan kaca, kain lap dan lain-lain. 

<<-Profil Regina Ivanova Idol

Cara Beternak Burung Kenari

Gb. kandang ternak umbar ( ombyokan)

Pertama-tama kita tentukan trend kenari apa yang akan kita ternak:
1.Kenari trend postur (body)
2.Kenari trend warna
3.Kenari trend suara
4.atau perpaduan antara ketiganya body, suara dan warna..


1. Kenari Postur
Yang dimaksud kenari postur adalah kenari yang mempunyai ciri khas tersendiri pada bentuk tubuhnya, misal:
-Kenari Yorkshire (YS) memiliki postur tubuh yang besar namun kurang proporsional, seperti bentuk wortel.
-Kenari Gloster memiliki jambul di atas kepalanya sehingga menyerupai topi.
-Kenari Frill memiliki bulu terbalik.
-Kenari Rusia/Belgia memiliki tubuh yang panjang.
-Kenari Norwich memiliki tubuh yang besar dan bulat.

2.Kenari Warna
Yang dimaksud kenari warna adalah kenari yang mempunyai ciri khas warna tertentu, dan itu vakum/mutlak, namun tidak semua jenis kenari mempunyai warna yang mutlak, contoh kenari yang mempunyai ciri khas warna mutlak:
-Kenari Lizard, mempunyai warna lurik, brontok dengan sedikit warna orange atau kuning di kepalanya.
-Kenari Goldfinch mempunyai warna kuning dengan bulu hitam selap di kedua sayapnya.
-kenari Yellow fronted, memiliki warna khas yaitu hijau kehitaman di bagian punggung, dan kuning di perut.

Untuk jenis warna lainnya seperti sunkist, merah, starblue, putih, orange,dll sebetulnya tidak ada jenis kenari yang mutlak berwarna demikian, sebagai contoh kenari Spanish timbrado, sangat banyak sekali varian dari warnanya, ada sunkist, merah, starblue, putih, orange,dll.
jadi apabila kita menginginkan anakan yang berwarna kuning, maka kita harus cari induk yang berwarna kuning pula, dan itupun belum tentu 100% anakan yang dihasilkan berwarna kuning. Disini kita harus berani ber-eksperimen menyilangkan warna-warna tertentu sehingga akhirnya di dapat warna yang kita inginkan.

3. Kenari Suara
Yaitu kenari penyanyi yang mempunyai ciri khas suara tertentu, misal:
-Kenari YS, memiliki suara yang besar atau ngebass.
-Kenari Spanis Timbrado, memiliki suara yang volumenya keras, panjang dan memiliki nada.
Kenari Waterslager, memiliki suara cirikhas seperti suara air mengalir,dll.

Setelah kita tentukan tujuan kita..maka kita bisa mencari indukan sesuai dengan tujuan kita.
Untuk lebih jelasnya dan bisa mudah menentukan jenis apa yang kita inginkan, lihat jenis-jenis kenari bisa lihat disini, atau bila ingin tahu cara memilih kenari sesuai katuranggan, silahkan masuk kesini.



Kandang Ternak

Untuk beternak burung kenari sebetulnya tidak ada vakum yang harus benar benar di patuhi dalam pembuatan sangkar bisa kita sesuiakan dengan kebutuhan, modal atau keadaan lokasi dimana kita akan menempatkan kandang tersebut., Yang penting dan harus diperhatikan adalah selalu menjaga kebersihan kandang, baik itu dari kotoran, sisa makanan atau kebersihan tempat pakan dan minum, pencahayaan yang tepat/pas, di usahakan kandang mendapat sinar matahari pada pagi atau sore hari. Suhu pada lokasi kandang tidak ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin)


Untuk jenis kandang ternak kenari kita bisa memakai:

- kandang solitair/satuan ( kandang harian) berukuran Panjang 40 cm Lebar 40 cm Tinggi 60 cm (40x 40x 60),

- kandang ternak / kandang sambung buatan, menyamping atau ke atas dengan ukuran @ 40x40x50

- kandang ternak umbar ( ombyokan) adalah kandang besar untuk beternak 2 pasang atau lebih.



Gb. kandang ternak solitair/satuan


Pemilihan Calon Induk

Apabila kita ingin menghasilkan anakan yang berkualitas maka kita harus benar-benar memilih indukan yang baik. Untuk yang jantan usahakan cari yang sudah siap kawin, dapat di cirikan dengan sering bunyi, pilih jantan yang usianya di atas satu tahun, karena sudah matang spermanya. Untuk betina pilih yang usia 7 bulan ke atas.


Ciri indukan yang baik adalah :
1. Tubuh/ body propsional

bila akan mencetak kenari besar maka pilih Jenis kenari yang bertubuh besar, seperti yorkshire, border,dll.


2. Mempunyai volume suara yg keras dan panjang.

Apabila akan mencetak kenari yang bersuara panjang, volume keras atau mempunyai lagu yang khas, maka pilih pejantan dari jenis yang sama dengan kriteria tsb, seperti gloster, spanish timbrado, yorkshire,dll tentu disesuiakan dengan keinginan kita.


3. Berbulu tipis.

Pada dasarnya bulu pada kenari tidak terlalu berpengaruh, tebal tipisnya bulu kenari biasanya tergantung dari jenis kenari tsb. Kenari berbulu tipis biasanya lebih bmudah di ternakan, itu menurut argumen sebagian peternak.

4. Tidak cacat dan sehat

Ini yang utama, perhatikan kondisi fisik saat memilih indukan, memang kondisi fisik seperti cacat tidaklah begitu berpengaruh terhadap proses pembiakan, lain halnya apabila kondisi kesehatan (sakit). Untuk kelancaran dalam beternak, alangkah baiknya jika kita memilih indukan yang sehat.

5. Mempunyai pen yg besar (tidak penting).



Gb. Kandang Ternak sambung


Penjodohan

Agar suatu perkawinan berhasil, burung kenari betina haruslah menemukan burung kenari jantan jodohnya, Untuk menjodohkan kenari jantan dan betina tergolong gampang-gampang susah, terkadang ada indukan yang cepat sekali beradaptasi dengan pasangannya dan langsung berjodoh tapi ada juga indukan yang susah dijodohkan, Untu mangatasi hal tersebut sebaiknya lakukan langkah-langkah penjodohan dengan baik yaitu :


1.Indukan jantan dan betina di dekatkan tapi jangan saling lihat dulu, biarkan saling bersahutan, biarkan dalam waktu satu sampai tiga hari.


2. Setelah langkah pertama dirasa cukup, lalu lanjutkan tahap kedua yaitu dekatkan kedua indukan tsb biarkan saling melihat, tapi tetap biarkan di sangkar masing-masing. Pada tahap ini lebih baik betina sudah di masukkan di kandang ternak dan tempat sarang sudah di siapkan, beri potongan serat untuk bahan sarang, bisa memakai potongan rumput kering, daun pinus kering, atau serat yang banyak di jual di kios burung yaitu serat nanas.


3. Pada tahap kedua bisa di biasakan kedua indukan dimandikan dan di jemur sambil didekatkan, setelah kering pindahkan kedua kandang sambil tetap di dekatkan.


4. Setelah kedua indukan dirasa sudah jodoh, masukkan pejantan ke kandang betina (kandang tangkar), perhatikan tingkah laku indukan, apabila saling serang atau berkelahi maka lihat se agresif apa, apabila dirasa bisa melukai indukan tersebut maka proses perjodohan belum berhasil, tapi apabila tingkat agresifitas memungkinkan tidak melukai, coba biarkan kedua indukan dalam sangkar tersebut satu sampai 2 hari.


5. Apabila Indukan tidak berjodoh, jangan paksakan mereka dalam satu kandang. Coba cari jantan atau betina lain dan lakukan tahap penjodohan dari awal.



Sebagai langkah pertama untuk memulai mengawinkan burung adalah memeriksa paruh dan kaki burung, kuku perlu dipotong pendek dalam ukuran wajar. Perubahan faal tubuh (fisiologi) tingkah laku burung ternyata mempunyai sangkut paut dengan keadaan untuk kemudian membuat sarang, bertelur, mengeram dan memberi makan anak-anaknya. Perubahan itu akan mengikuti suatu pola yang berjalan secara teratur, baik mengenai waktunya maupun mengenai urut-urutannya. Perubahan itu muncul karena mengeram atau dibantu meloloh jika telur menetas adanya rangsangan dan luar, misalnya sinar matahari. Dengan kata lain, di samping pengaruh sinar matahari (yang dapat merubah faal tubuh) maka tingkah percumbuan (dan rayuan sampai nyanyian) burung kenari jantan dapat memberikan rangsangan-rangsangan tertentu, yang dapat menimbulkan perubahan jasmani burung betina.


Permasalahan Penjodohan

1. Mengapa kenari yang dijodohkan sulit sekali jodoh.
Betina belum birahi, pejantannya kurang agresif, atau usianya belum cukup.
Tunggu sampai birahi cari pejantan yang agresif dan berbunyi nyaring meskipun dicampur dengan betina tunggu sampai usia cukup.


2. Induk tidak mau menyuapi anakannya saat menetas
Kejemuan karena berulangkali beranak ( setelah 3 - 5 kali ), atau karena faktor pembawaan.

Jika sudah 4 - 5 kali beranak, istirahatkan beberapa waktu dan beri makanan yang baik. Jika karena pembawaan pindahkan telurnya pada burung kenari lain yang sedang mengerami.


Perkawinan

Tahap perkawinan setelah tahap penjodohan yang dirasa sukses, harus tetap di beri perhatian, karena kadang indukan yang dirasa jodoh belum tentu mau kawin, dan betina yang bertelur belum tentu sudah di buahi oleh pejantan karena tidak kawin, atau kawin tapi tidak pada saat yang tepat, atau salah satu indukan mempunyai masalah kesuburan atau mandul.


Apabila hal ini terjadi, bisa kita biarkan indukan sampai bertelur yang kedua kalinya, coba sekali lagi, kalau masih gagal bisa kita langsung cabut salah satu indukan yang jelek dan jodohkan dengan yang lain.


Perlu diketahui jumlah telur burung kenari adalah 2 sampai 4 butir.

Lama pengeraman burung kenari kurang lebih 14 hari (2 minggu) dimana waktu menetas telur pertma dimulai dari saat bertelur yang pertama pula. Maka apabila dalam jangka waktu kurang lebih 2 minggu telur belum menetas coba cek telur tersebut.


Coba terawang telur mengarah ke arah cahaya (matahari atau lampu) apabila keaadan telur tetap jernih seperti telur segar, tidak ada bakal anak atau warna di dalam tidak terlihat hitam, berarti telur tsb tidak dibuahi/sir.


Apabila telur yang sudah dierami dan terlihat berwarna hitam atau tidak jernih, berarti telur tsb berhasil dibuahi namun tidak berhasil menetas..


Permasalahan telur dan penanggulangannya

1.Telur yang dihasilkan selalu gagal menetas, padahal terjadi perkawinan.
Kemandulan, kegemukan, menu makanan dan minuman yang kurang baik
Ganti dengan kenari jantan dan betina lain dan ganti dengan menu makanan dengan baik


2. Telur yang dihasilkan tidak dapat optimal, tetapi hanya dua atau tiga butir.
Kemampuan kenari jantan dalam proses perkawinan kurang baik

Ganti dengan kenari jantan lain


3. Telur sulit keluar, akhirnya kenari mati
Posisi telur melintang terlalu besar atau lubang anus terbuka kurang lebar.
Kompres perut dan dada dengan air hangat olesi / tetesi anus dengan minyak kelapa pagi dan sore hari.


4. Induk sering naik turun sarang saat mengerami.
Faktor suhu udara yang terlalu panas, letak sangkar tidak nyaman, terganggu suara pasanganya atau karena kutu.

Jika karena suhu panas sangkar dipindahkan ke tempat nyaman, jika karena suara pasanganya, jauhkan pejantan dari kandang jika karena kutu, obati dengan obat pembasmi kutu.


5. Anak kenari mati setelah 2 - 3 hari menetas
Indukan terlalu khawatir terhadap keselamatan anaknya sehingga mengeraminya terlalu kuat atau penerangan kurang cukup.

Tempatkan sangkar dan sarang di tempat yang agak tinggi / lebih tinggi dari kepala orang beri lampu penerangan yang cukup.


6. Kotoran keluar dalam bentuk cair
Terserang penyakit atau keracunan

Obati dengan obat yang cocok, cucilah sayuran yang kemungkinan mengandung pestisida atau obat pembasmi hama.


Anakan Hasil Ternak

Perawatan merupakan faktor yang sangat penting untuk menghasilkan kenari-kenari unggulan. Jika perawatan dilakukan secara benar kondisi kenari akan tumbuh dengan optimal. Kenari-kenari yang dihasilkan dari indukan yang bagus, tetapi tidak diimbangi dengan perawatan yang baik, bisa jadi burung yang kurang bagus. Perawatan yang dimaksud meliputi pemeliharaan mulai dari menetas hingga dewasa, pemberian pakan dan air minum, mandi dan penjemuran, serta penangulangan terhadap gangguan penyakit yang diakibatkan baik dari bakteri, virus maupun kekurangan gizi.


Setelah berusia 25 - 30 hari anakan kenari sudah mulai bisa makan sendiri dan dipisah dari induknya, oleh karena itu sebaiknya usia ini anakan kenari dipindahkan ke tempat lain. Meski sudah bisa makan sendiri anakan kenari ini masih belum pandai dan terbiasa makan sendiri, kitapun harus terus dapat menyuapi setiap saat dengan makanan serupa saat dalam asuhan induknya. Saat menyuapi usahakan jangan terlalu kenyang, tapi juga jangan terlalu sedikit, hal ini dilakukan agar anakan kenari yang mulai makan sendiri tetap mau makan di tempat yang disediakan.


Disamping makanan halus, anakan pada usia ini bisa pula disediakan makanan bentuk biji bijian seperti canary speed, milet dan sayur sayuran seperti selada dan gambas, jangan lupa kuning telur rebus ini sangat baik sekali untuk anakan kenari yang baru keluar dari tempat eraman indukanya. Selain makanan, pemberian air minum pun harus diperhatikan, usahakan air minum diganti tiap hari gunakan air matang atau air mineral bisa juga ditambahkan vitamin seperti AD plek sebanyak 2 -3 tetes. Untuk menghangatkan kondisi kandang pada waktu cuaca dingin bisa digunakan bola lampu sebagai pemanas pada ruangan kandang.


sumber : 1, 2, 3, di edit ulang oleh denis-thea.blogspot.com

sumber gambar :

Gb. kandang solitair/satuan

Gb. Kandang Ternak sambung

Gb. kandang ternak umbar ( ombyokan)




<<= Budidaya Jamur Merang

Bisnis Es Kelapa Muda =>>

Ternak Burung Walet

1. SEJARAH SINGKAT
Burung Walet merupakan burung pemakan serangga yang bersifat aerial dan suka meluncur. Burung ini berwarna gelap, terbangnya cepat dengan ukuran tubuh sedang/kecil, dan memiliki sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing, kakinya sangat kecil begitu juga paruhnya dan jenis burung ini tidak pernah hinggap di pohon. Burung walet mempunyai kebiasaan berdiam di gua-gua atau rumah-rumah yang cukup lembab, remang-remang sampai gelap dan menggunakan
langitlangit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.

2. SENTRA PETERNAKAN
Sentra Peternakan burung walet banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

3. J E N I S
Klasifikasi burung walet adalah sebagai berikut:
Superorder : Apomorphae
Order : Apodiformes
Family : Apodidae
Sub Family : Apodenae
Tribes : Collacaliini
Genera : Collacalia
Species : Collacaliafuciphaga

4. MANFAAT
Hasil dari peternakan walet ini adalah sarangnya yang terbuat dari air liurnya (saliva). Sarang walet ini selain mempunyai harga yang tinggi, juga dapat bermanfaat bagi duni kesehatan. Sarang walet berguna untuk menyembuhkan paru-paru, panas dalam, melancarkan peredaran darah dan penambah tenaga.

5. PERSYARATAN LOKASI
Persyaratan lingkungan lokasi kandang adalah:
1) Dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 m dpl.
2) Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat.
3) Daerah yang jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging.
4) Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai,rawa-rawa merupakan daerah yang paling tepat.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Suhu, Kelembaban dan Penerangan
Gedung untuk kandang walet harus memiliki suhu, kelembaban dan penerangan yang miripdengan gua-gua alami. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C dan kelembaban ± 80-95 %. Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang, antara lain:

Pengaturan kondisi suhu dan kelembaban dilakukan dengan:
a. Melapisi plafon dengan sekam setebal 20 cm
b. Membuat saluran-saluran air atau kolam dalam gedung.
c. Menggunakan ventilasi dari pipa bentuk “L” yang berjaraknya 5 m satu lubang, berdiameter 4 cm.
d. Menutup rapat pintu, jendela dan lubang yang tidak terpakai.
e. Pada lubang keluar masuk diberi penangkal sinar yang berbentuk corong dari goni atau kain berwarna hitam sehingga keadaan dalam gedung akan lebih
gelap. Suasana gelap lebih disenangi walet.
3. Bentuk dan Konstruksi Gedung
Umumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dari 10×15 m2 sampai 10×20 m2. Makin tinggi wuwungan (bubungan) dan semakin besar jarak antara wuwungan dan plafon, makin baik rumah walet dan lebih disukai burung walet. Rumah tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi.
Tembok gedung dibuat dari dinding berplester sedangkan bagian luar dari campuran semen. Bagian dalam tembok sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3:2:1 yang sangat baik untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara. Untuk mengurangi bau semen dapat disirami air setiap hari. Kerangka atap dan sekat tempat melekatnya sarang-sarang dibuat dari kayukayu yang kuat, tua dan tahan lama, awet, tidak mudah dimakan rengat.

Atapnya terbuat dari genting.
Gedung walet perlu dilengkapi dengan roving room sebagai tempat berputarputar dan resting room sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang. Lubang tempat keluar masuk burung berukuran 20×20 atau 20×35 cm2 dibuat di bagian atas. Jumlah lubang tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. Letaknya lubang jangan menghadap ke timur dan dinding lubang dicat hitam.

6.2. Peyiapan Bibit
Umumnya para peternak burung walet melakukan dengan tidak sengaja.
Banyaknya burung walet yang mengitari bangunan rumah dimanfaatkan oleh para peternak tersebut. Untuk memancing burung agar lebih banyak lagi, pemilik rumah menyiapkan tape recorder yang berisi rekaman suara burung Walet. Ada juga yang melakukan penumpukan jerami yang menghasilkan serangga-serangga kecil sebagai bahan makanan burung walet.
1) Pemilihan Bibit Calon Induk
Sebagai induk walet dipilih burung sriti yang diusahakan agar mau bersarang di dalam gedung baru. Cara untuk memancing burung sriti agar masuk dalam gedung baru tersebut dengan menggunakan kaset rekaman dari wuara walet atau sriti. Pemutaran ini dilakukan pada jam 16.00–18.00, yaitu waktu burung kembali mencari makan.

2) Perawatan Bibit dan Calon Induk
Di dalam usaha budidaya walet, perlu disiapkan telur walet untuk ditetaskan pada sarang burung sriti. Telur dapat diperoleh dari pemilik gedung walet yang sedang melakukan “panen cara buang telur”. Panen ini dilaksanakan setelah burung walet membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur walet diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Telur yang dibuang dalam panen ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak populasi burung walet dengan menetaskannya di dalam sarang sriti.

a. Memilih Telur Walet
Telur yang dipanen terdiri dari 3 macam warna, yaitu :
- Merah muda, telur yang baru keluar dari kloaka induk berumur 0–5 hari.
- Putih kemerahan, berumur 6–10 hari.
- Putih pekat kehitaman, mendekati waktu menetas berumur 10–15 hari.
Telur walet berbentuk bulat panjang, ukuran 2,014×1,353 cm dengan berat 1,97 gram. Ciri telur yang baik harus kelihatan segar dan tidak boleh menginap kecuali dalam mesin tetas. Telur tetas yang baik mempunyai kantung udara yang relatif kecil. Stabil dan tidak bergeser dari tempatnya. Letak kuning telur harus ada ditengah dan tidak bergerak-gerak, tidak ditemukan bintik darah.
Penentuan kualitas telur di atas dilakukan dengan peneropongan.

b. Membawa Telur Walet
Telur yang didapat dari tempat yang jaraknya dekat dapat berupa telur yang masih muda atau setengah tua. Sedangkan telur dari jarak jauh, sebaiknya berupa telur yang sudah mendekati menetas. Telur disusun dalam spon yang berlubang dengan diameter 1 cm. Spon dimasukkan ke dalam keranjang plastik berlubang kemudian ditutup. Guncangan kendaraan dan AC yang terlalu dingin dapat mengakibatkan telur mati. Telur muda memiliki angka kematian hampir
80% sedangkan telur tua lebih rendah.

3) Penetasan Telur Walet
a. Cara menetaskan telur walet pada sarang sriti.
Pada saat musim bertelur burung sriti tiba, telur sriti diganti dengan telur walet. Pengambilan telur harus dengan sendok plastik atau kertas tisue untuk menghindari kerusakan dan pencemaran telur yang dapat menyebabkan burung sriti tidak mau mengeraminya. Penggantian telur dilakukan pada siang hari saat burung sriti keluar gedung mencari makan. Selanjutnya telur-telur walet tersebut akan dierami oleh burung sriti dan setelah menetas akan diasuh sampai burung walet dapat terbang serta mencari makan.

b. Menetaskan telur walet pada mesin penetas
Suhu mesin penetas sekitar 400 C dengan kelembaban 70%. Untuk memperoleh kelembaban tersebut dilakukan dengan menempatkan piring atau cawan berisi air di bagian bawah rak telur. Diusahakan agar air didalam cawan tersebut tidak habis.
Telur-telur dimasukan ke dalam rak telur secara merata atau mendata dan jangan tumpang tindih. Dua kali sehari posisi telur-telur dibalik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan embrio. Di hari ketiga dilakukan peneropongan telur. Telur-telur yang kosong dan yang mbrionya mati dibuang. Embrio mati tandanya dapat terlihat pada bagian tengah telur terdapat lingkaran darah yang gelap. Sedangkan telur yang embrionya hidup akan terlihat seperti sarang laba-laba.
Pembalikan telur dilakukan sampai hari ke-12. Selama penetasan mesin tidak boleh dibuka kecuali untuk keperluan pembalikan atau mengisi cawan pengatur kelembaban. Setelah 13–15 hari telur akan menetas.

6.3. Pemeliharaan
1) Perawatan Ternak
Anak burung walet yang baru menetas tidak berbulu dan sangat lemah. Anak walet yang belum mampu makan sendir perlu disuapi dengan telur semut (kroto segar) tiga kali sehari. Selama 2–3 hari anak walet ini masih memerlukan pemanasan yang stabil dan intensif sehingga tidak perlu dikeluarkan dari mesin tetas. Setelah itu, temperatur boleh diturunkan 1–2 derajat/hari dengan cara membuka lubang udara mesin.
Setelah berumur ± 10 hari saat bulu-bulu sudah tumbuh anak walet dipindahkan ke dalam kotak khusus. Kotak ini dilengkapi dengan alat pemanas yang diletakan ditengah atau pojok kotak.
Setelah berumur 43 hari, anak-anak walet yang sudah siap terbang dibawa ke gedung pada malam hari, kemudian dletakan dalam rak untuk pelepasan. Tinggi rak minimal 2 m dari lantai. Dengan ketinggian ini, anak waket akan dapat terbang pada keesokan harinya dan mengikuti cara terbang walet dewasa.

2) Sumber Pakan
Burung walet merupakan burung liar yang mencari makan sendiri. Makanannya adalah serangga-serangga kecil yang ada di daerah pesawahan, tanah terbuka, hutan dan pantai/perairan. Untuk mendapatkan sarang walet yang memuaskan, pengelola rumah walet harus menyediakan makanan tambahan terutama untuk musim kemarau. Beberapa cara untuk mengasilkan serangga adalah:
a. menanam tanaman dengan tumpang sari.
b. budidaya serangga yaitu kutu gaplek dan nyamuk.
c. membuat kolam dipekarangan rumah walet.
d. menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.
3) Pemberian pakan yang bermutu secara teratur
Agar hasil budidaya berhasil dengan baik diperlukan pemberian pakan yang bermutu dan teratur. Pemberian pakan berpedoman pada mutu pakan dan kebiasaan waktu makan. Mutu makan yang baik akan menentukan kualitas daging bekicot. Mutu pakan yang baik dapat dipenuhi dengan memberi pakan berupa daun-daunan yang disukai dan buah-buahan. Misalnya; daun dan buah
pepaya, daun bayam, buah terung mentimun, swai dan lain sebagainya.

7. HAMA DAN PENYAKIT
1) Tikus
Hama ini memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh dan kotoran serta air kencingnya dapat menyebabkan suhu yang tidak nyaman. Cara pencegahan tikus dengan menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang akan digunakan untuk sarang tikus.
2) Semut
Semut api dan semut gatal memakan anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur. Cara pemberantasan dengan memberi umpan agar semut-semut yang ada di luar sarang mengerumuninya. Setelah itu semut disiram dengan air panas.
3) Kecoa
Binatang ini memakan sarang burung sehingga tubuhnya cacat, kecil dan tidak sempurna. Cara pemberantasan dengan menyemprot insektisida, menjaga kebersihan dan membuang barang yang tidak diperlukan dibuang agar tidak menjadi tempat persembunyian.

4) Cicak dan Tokek
Binatang ini memakan telur dan sarang walet. Tokek dapat memakan anak burung walet. Kotorannya dapat mencemari raungan dan suhu yang ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet. Cara pemberantasan dengan diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dengan membuat saluran air di sekitar pagar untuk penghalang, tembok bagian luar dibuat licin dan dicat dan lubanglubang yang tidak digunakan ditutup.

8. P A N E N
Sarang burung walet dapat diambil atau dipanen apabila keadaannya sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan perlu cara danketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik. Jika terjadi kesalahan dalam menanen akan berakibat fatal bagi gedung dan burung walet itu sendiri. Ada kemungkinan burung walet merasa
tergangggu dan pindah tempat. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, para pemilik gedung perlu mengetahui teknik atau pola dan waktu pemanenan. Pola panen sarang burung dapat dilakukan oleh pengelola gedung walet dengan beberapa cara, yaitu:
1) Panen Rampasan
Cara ini dilaksanakan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Cara ini mempunyai keuntungan yaitu jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung bagus dan total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan cara ini tidak baik dalam pelestaraian burung walrt karena tidak ada peremajaan. Kondisinya lemah karena dipicu untuk terus menerus membuat sarang sehingga tidak ada waktu istirahat. Kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan bertelur.
2) Panen Buang Telur
Cara ini dilaksanankan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil
dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai keuntungan yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan
telurnya.

3) Panen Penetasan
Pada pola ini sarang dapat dipanen ketika anak-anak walet menetas dan sudah bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya. Sedangkan keuntungannya adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang dan aman sehingga polulasi burung dapat meningkat.Adapun waktu panen adalah :
1) Panen 4 kali setahun
Panen ini dilakukan apabila walet sudah kerasan dengan rumah yang dihuni dan telah padat populasinya. Cara yang dipakai yaitu panen pertama dilakukan dengan pola panen rampasan. Sedangkan untuk panen selanjutnya dengan pola buang telur.
2) Panen 3 kali setahun
Frekuensi panen ini sangat baik untuk gedung walet yang sudah berjalan dan masih memerlukan penambahan populasi. Cara yang dipakai yaitu, panen tetasan untuk panen pertama dan selanjutnya dengan pola rampasan dan buang telur.
3) Panen 2 kali setahun
Cara panen ini dilakukan pada awal pengelolaan, karena tujuannya untuk memperbanyak populasi burung walet.

9. PASCA PANEN
Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotorankotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor. Laskarpaser.net



<<= Wajah Asli Personil Slipknot